PADA saat perang Suriah memasuki tahun ketiga, lebih dari 2 juta warga Suriah melarikan diri dari konflik menuju ke negara-negara tetangga. Lebanon menjadi negara yang paling banyak menampung pengungsi Suriah dengan total sekitar 800.000 pengungsi.

Namun hidup di Lebanon, yang rakyatnya sendiri hidup dalam kemiskinan, tidak mudah bagi para pengungsi. Sebuah laporan mengklaim bahwa pengungsi di Lebanon beralih menjual organ tubuh mereka ke dealer ilegal untuk bisa bertahan hidup.Pengungsi menjual organ tubuh mereka senilai 1 juta Pounds Lebanon, atar setara dengan 670 dolar. Ginjal adalah organ yang paling umum di pasar. Para dealer memproses kesepakatan pembelian setara dengan gaji bulanan guru untuk setiap ginjal yang dijual.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meyakini ada sekitar 10.000 ginjal yang telah dijual di seluruh dunia setiap tahunnya. Lebanon termasuk negara yang paling tinggi dalam transaksi ginjal ini.Loporan menyatakan bahwa anak-anak berumur 14 tahun menjual ginjal mereka untuk membantu keluarga mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari khususnya di musim dingin kali ini. Masuknya pengungsi juga telah meningkatkan harga sewa rumah di Lebanon, membuat hidup jauh lebih sulit bagi pendatang baru.Dalam beberapa kasus, banyak remaja yang tertipu oleh agen yang mengeksploitasi kurangnya informasi mengenai masalah ini untuk menjual organ tubuh mereka dengan mengatakan kepada para remaja itu bahwa ginjal mereka akan tumbuh kembali. Beberapa anak yang tertipu bahkan ada yang menjual kornea kedua mata mereka sehingga mengakibatkan kebutaan.***