
JAKARTA, GORIAU.COM - Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman menilai, jika Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri maka akan membuka jalan runtuhnya kekuasaan Jokowi. Pasalnya, dengan ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK mengakibatkan persepsi negatif masyarakat terhadap kepemimpinan Jokowi.
''Memuluskan Budi Gunawan menjadi Kapolri dikarenakan calon tunggal, sama saja dengan Jokowi bunuh diri. Pasalnya, dari beberapa tersangka yang ditetapkan oleh KPK hampir 80 persen terbukti bersalah di Pengadilan Tipikor,'' ujar Jajat melalui rilisnya kepada GoRiau.com, Rabu (14/1/2014).
Sementara Ketua DPP PDIP Trimedya Panjaitan mengaku mendapat pesan dari Megawati. Menurut dia proses fit and proper test Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri harus dimuluskan.
''Pesannya ya kita diminta ''jaga'' Komisi III. Fraksi kan kepanjangan tangan DPP, itu pesannya,'' kata Trimedya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2015).
Menurut dia proses yang dilakukan Komisi III sudah sesuai dengan prosedur. Oleh karena itu dia berharap proses fit and proper test berjalan lancar.
''Mudah-mudahan mulus lah sampai Paripurna. Kami diminta jalan terus sama ketua fraksi,'' imbuh Trimedya.
Komjen Budi Gunawan ditetapkan tersangka karena diduga memiliki rekening gendut hasil gratifikasi saat Budi Gunawan masih menjabat Kepala Biro Pembinaan Karir Deputi SSDM Mabes Polri pada tahun 2004 - 2006.
''Kasus Budi sudah menjadi pertanda hancurnya rezim Jokowi di mata masyarakat dan para aktivis anti korupsi, karena bagaimana bisa Jokowi yang kapasitasnya sebagai Presiden merekomendasikan tersangka korupsi menjadi Kapolri,'' tutup Jajat. (rls)