JAYAPURA, GORIAU.COM - Dua anggota Polsek Kesatuan Penjagaan dan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Bandara Sentani, Jayapura, menjadi korban penembakan oleh anggota Paskhas TNI Angkatan Udara. Peristiwa itu terjadi di area Bandara Sentani, pada Jumat dini hari, 2 Oktober 2015, pukul 02.40 WIT.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Dwi Badarmanto, menuturkan kejadian itu bermula ketika sekelompok oknum pemuda tengah mabuk-mabukan di area Bandara Sentani pada Jumat dini hari.

Kemudian oleh empat anggota Paskhas Lanud Jayapura yang tengah berdinas, melarang oknum tersebut mabuk-mabukan di area bandara.

Setelah diberikan peringatan dan menghalau masuk, oknum pemabuk itu malah memanggil teman-temannya yang berjumlah 30 orang masuk ke dalam bandara.

"Sudah dikasih peringatan keluar bandara nggak mau, malah melakukan perusakan fasilitas di bandara," kata Marsma Dwi Badarmanto kepada VIVA.co.id.

Empat anggota Paskhas yang merasa terdesak dengan banyaknya jumlah oknum yang berbuat onar di bandara, lalu memanggil rekan-rekannya yang tengah istirahat untuk menghalau oknum yang tengah mabuk itu ke bandara.

Sebanyak 12 anggota Paskhas bersenjata langsung menghalau oknum pemabuk keluar bandara sambil mengumbar tembakan ke arah oknum pemabuk.

"Nah (sambil diusir) mereka sambil teriak, KP3 datang, dikira ada keributan, KP3 itu datang dari luar sama seperti oknum yang mabuk tadi. Tidak tahu bagaimana anggota polisi KP3 kena tembak," ujar Dwi.

"Dua anggota polisi KP3 kena tembak di paha kiri, oknumnya satu orang (kena tembak)," katanya.

Dwi menegaskan bahwa setelah kejadian itu, anggota Paskhas TNI AU langsung membawa dua anggota polisi dan satu oknum ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw membenarkan adanya peristiwa penembakan itu.

"Saat ini dua polisi masing-masing atas nama Briptu Wahidin luka tembak pada bagian pantat dan luka robek pada kepala bagian belakang. Serta Briptu Riqzan luka tembak pada bagian paha sebelah kiri sudah dipindahkan dari RS Yowari ke RS Bhayangkara Polri di Kotaraja," tuturnya.

Mengenai kronologi sebenarnya, kata Kapolda, masih dilakukan olah tempat kejadian perkara. "Olah TKP dipimpin Kapolres Jayapura dan Komandan Lanud Jayapura," ujar dia.

Sementara itu, salah satu pelaku pengrusakan asrama Trigana Air sudah diamankan. "Pelaku masih dimintai keterangan," kata dia.

Adapun barang bukti yang berhasil disita dari tempat kejadian perkara adalah 17 selongsongan peluru kaliber 5,56.***