JAYAPURA, GORIAU.COM - Dua anggota Polsek KP3 Udara Bandara Sentani, Jayapura, Papua tertembak oleh anggota Paskhas TNI AU, saat berupaya membubarkan sekelompok massa yang melakukan pengrusakan fasilitas maskapai, Jumat, 2 Oktober sekitar pukul 02.40 WIT, di Areal Bandara Sentani, Papua.
Dari data yang berhasil dihimpun, kejadian bermula ketika anggota Polsek KP3 Udara Sentani mendapat laporan terkait adanya sekelompok massa yang melakukan pengerusakan Asrama Maskapai Trigana Air.
Kemudian anggota KP3 Udara dipimpin Bripka Philips Kosmesa mendatangi tempat tersebut dan berupaya menenangkan massa yang melakukan pengrusakan dengan cara melempari asrama.
Tidak berapa lama, anggota Paskhas TNI AU juga mendatangi tempat itu dan langsung mengeluarkan sejumlah tembakan. "Tembakan yang dikeluarkan anggota TNI AU membabi buta ke arah massa, tanpa memperhatikan adanya anggota polisi yang sedang menenangkan situasi," ujar salah satu sumber yang namanya enggan disebut.
Dihujani tembakan, massa pun melarikan diri ke arah pangkalan udara. Sementara anggota dua anggota polisi tertembak berteriak, "Anggota, anggota," sehingga anggota TNI menghentikan berondongan tembakannya.
Mengetahui yang tertembak adalah anggota polisi, anggota Paskhas berhenti menembak. Sedangkan dua anggota Polisi yang tertembak kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Yowari Sentani.
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw membenarkan adanya peristiwa penembakan itu.
"Saat ini dua polisi masing-masing atas nama Briptu Wahidin luka tembak pada bagian pantat dan luka robek pada kepala bagian belakang serta Briptu Riqzan luka tembak pada bagian paha sebelah kiri sudah dipindahkan dari RS Yowari ke RS Bhayangkara Polri di Kotaraja," katanya.
Mengenai kronologis sebenarnya, kata Kapolda, masih dilakukan olah tempat kejadian perkara. "Olah TKP dipimpin Kapolres Jayapura dan Komandan Lanud Jayapura," ujar dia.
Sementara salah satu pelaku pengrusakan asrama Trigana Air sudah diamankan. "Pelaku masih dimintai keterangan," kata dia.
Adapun barang bukti yang berhasil disita dari tempat kejadian perkara adalah 17 selongsongan peluru kaliber 5,56.***


