PEKANBARU, GORIAU.COM - Hujan lebat yang mengguyur beberapa wilayah Provinsi Riau nampaknya tidak berlangsung lama. Diperkirakan hingga beberapa hari ke depan cuaca kering, dan dikhawatirkan memicu meningkatnya titik api di Riau.

Analis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Ibnu Amiruddin, menyebutkan, dari 23 sampai 27 Maret 2014 tingkat kelembapan di Riau sangat kurang. "Kelembapan di ketinggian 1.500 hingga 5.700 meter kering. Dengan kondisi ini diprediksi pertumbuhan awan hujan sangat kurang," kata Ibnu, Minggu (23/3/2013).

Kondisi itu, lanjut Ibnu, juga dipicu angin siklon tropis Gillian di Samudera Hindia dan selatan Jawa bagian Barat. Siklon ini mengakibatkan massa udara atau uap air di wilayah Riau tertarik ke arah selatan.

"Pertumbuhan siklon Gillian ini berawal dari wilayah utara Australia yang bergerak ke wilayah Nusa Tenggara Timur dan menuju ke arah barat. Kecepatan anginnya berkisar 6 sampai 28 kilometer per jam," terang Ibnu.

Dengan tidak adanya hujan, sambung Ibnu, bisa menyebabkan permukaan hutan dan lahan di Riau menjadi kering. "Sehingga, potensi meningkatnya titik panas dan kebakaran hutan serta lahan bisa meningkat," imbuh Ibnu.

Ibnu mengatakan, potensi hujan ringan dan bersifat lokal masih terjadi beberapa wilayah seperti Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu. Tetapi, intensitasnya diperkirakan bakal kecil.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), citra satelit NOAA 18 milik Amerika Serikat mendeteksi masih ada 12 titik api di beberapa kabupaten di Riau. Antara lain Indragiri Hilir 3, Bengkalis 3, Dumai 2, Rokan Hilir 1, Meranti 1, Siak 1, Pelalawan 1. Dengan kondisi cuaca itu, Satuan Tugas Penanggulangan Asap Riau meningkatkan kewaspadaannya. Optimalisasi satuan tugas udara dan darat untuk melakukan pemadaman ditingkatkan. ***