PEKANBARU, GORIAU.COM - Satuan tugas penanggulangan asap Riau mengemukakan bahwa aksi pembakaran hutan dan lahan berlangsung pada malam hari. Hal itu merupakan modus baru, karena selama ini pelaku pembakaran beraksi siang hari.

"Ini modus terbaru, karena biasanya mereka beraksi pada siang hari," kata juru bicara satgas penanggulangan asap Riau, Kolonel Robert Bernandus kepada Okezone sebagaimana dikutip GoRiau.com di Pekanbaru, Kamis (27/3/2014).

Modus terbaru tersebut, sambung Kolonel Robert, diketahui saat timnya menangkap seorang warga yang sedang melakukan pembakaran di daerah Bangko Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) kemarin malam.

"Jadi tim satgas yang melihat ada kebakaran langsung ke lokasi. Saat itu tim melihat tersangka dan langsung menangkapnya," ungkapnya.

Upaya antisipasi pun dilakukan, yakni tim satgas yang jumlahnya mencapai 5.000 personel, genjar melakukan patroli malam hari. Bila menemukan pelaku pembakaran yang membandel, pihaknya tak segan-segan melumpuhkan dengan cara menembak.

"Kami terlibat kucing-kucingan dengan pelaku, tapi tim di lapangan sudah siap mengintai. Dan jika ada yang melakukan aksi mencurigakan dalam hutan ataupun lahan pada malam hari, apalagi membawa benda mencurigakan seperti minyak tanah dan korek api, akan kami tangkap. Dan apa bila melawan, tinggal dilumpuhkan saja (ditembak)," tukasnya.

Hingga saat ini, pihaknya menangkap 102 orang dan seluruhnya sudah ditetapkan menjadi tersangka. "Satu tersangka dari PT Nasional Sagu Prima (NSP)," jelasnya.

Para tersangka kini ditangani oleh masing-masing polres di Riau. Tersangka paling banyak terdapat di Kabupaten Bengkalis dengan jumlah 26 pelaku. "Saat ini sudah ada kemajuan kasus pembakar hutan dan lahan yakni delapan orang kasusnya sudah dilimpahkan ke jaksa (P21)," katanya. ***