PEKANBARU, GORIAU.COM - Jika tak ada aral melintang, hari ini, Senin (9/3/2015), peswat CN 295 milik TNI AU akan tiba di Pekanbaru dan akan melakukan penyemaian garam di wilayah Riau yang kini dilanda kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan BPPT F. Heru Widodo mengatakan, sejak dimulainya hujan buatan 3 Maret lalu, sudah lebih 8 ton garam yang ditaburkan di langit beberapa daerah di Riau, seperi Pelalawan, Bengkalis, Siak, Rohil dan Dumai, untuk menyemai awan.
''Hujan sudah turun sejak kita semai garam di daerah yang ada awannya. Sampai saat ini awan di Riau masih terbentuk dan kita bisa menjalankan proses hujan buatan," jelas Heru.
Dijelaskan Heru, sampai tanggal 9 Maret, proses hujan buatan masih menggunakan pesawat Casa 212. Walaupun beberapa hari lalu pesawat tersebut mengalami kerusakan, namun sudah diperbaiki dan bisa terbang kembali. Sedangkan rencana menggunakan pesawat CN 296 dari TNI AU, direncanakan hari ini pesawat tersebut akan terbang ke Pekanbaru.
''Kami masih menggunakan pesawat Casa, memang sempat mogok tapi sudah bagus. Hari ini saja masih menggunakan Casa. Kalau CN 295 dijadwalkan tanggal 9 atau 10 Maret ini tiba di Pekanbaru," katanya.
Lebih jauh dikatakan Heru, tim dari BPPT baru ini mendapatkan laporan dari kementerian Kehutanan untuk meminta hujan buatan di daerah Rupat, Bengkalis. Karena di daerah tersebut terjadi kebakaran hutan dan lahan dalam skala besar, dan tidak terjangkau pemadaman melalui darat.
''Kami mendapatkan laporan di daerah Rupat masih terjadi kebakaran. Dan ini akan menjadi prioritas untuk membuat hujan buatan di daerah sana. Agar kebakaran tidak meluas,'' jelas Heru. ***


