
SEBUAH hadist Rasullulah yang menjadi inti dari tulisan ini, pernah dimuat di majalah Ikatan Mesjid Indonesia Pusat Jakarta, Serial Khutbah Jumat Tahun 1992. Terjemahan lengkap hadist tersebut sebagai berikut: "Segeralah kamu berbuat amal-amal kebaikan, sebelum terjadi enam hal; Pemerintahan berada di tangan orang bodoh, dijumpai berkeliaran kaki tangan penguasa, hukum diperjualbelikan, nyawa manusia tak ada harganya, hubungan sesama kaum kerabat terputus, muncul generasi yang membaca Alquran yang hanya melagu-lagukan sedangkan orang tersebut tak faham isi Alquran", (HR Thabrani).
Lebih 20 tahun kemudian rasanya hadist Rasulullah ini sangat relevan untuk disebut kembali. Mari kita telaah hadist diatas untuk kita renungkan sekaligus bersikap terhadapnya.Pertama, Pemerintahan Berada di Tangan Orang-orang BodohBodoh bukan berarti tidak sekolah atau tidak berpendidikan, tetapi tidak mengerti, tidak menguasai dan tidak mampu memberikan perubahan ke yang lebih baik. Mereka hanya gagah-gagahan, ingin tampil, ingin kekuasaan dan ingin prestise, padahal tanpa disadarinya mereka tak layak dan tak pantas jadi pemimpin. Barangkali mereka sarjana tapi kualitas dipertanyakan. Kita masih ingat hadist lain Rasulullah mengatakan :"Apabila suatu urusan ditangani oleh orang-orang bukan ahlinya, tunggulah kehancurannya ", (HR. Bukhari). Adakah kondisi ini di negeri kita ? Mari kita jawab dengan jujur.Kedua, Banyak Dijumpai Kaki Tangan PemerintahLebih tepat diartikan banyak berkeliaran mafia-mafia, mafia peradilan, mafia politik, mafia ekonomi dan sebagainya. Tujuannya adalah untuk memuluskan kepentingan mereka baik pribadi maupun kelompok. Seperti suap, nepotis, meringankan hukuman, memutarbalikkan hukuman dan seterusnya. Mari kita jawab lagi dengan jujur, adakah dinegeri kita kondisi ini ?Ketiga, Hukum DiperjualbelikanPraktek-praktek seperti ini sedang subur-suburnya dinegeri kita, pelakunya terutama penegak hukum. Rindu kita dengan keadilan dan kebenaran, yang salah bisa benar dan yang benar bisa salah karena jual beli hukum.Keempat, Nyawa Manusia Tak BerhargaDi samping ajal telah tiba, namun banyak sekali manusia meninggal secara sadis, dibunuh dengan cara mutilasi, ditembak, dimana penyebabnya hanya soal sepele. Jangankan masyarakat awam, polisi dan penegak hukum lainpun tidak lupus dari kekerasan dan pembunuhan. Kita jawab lagi pertanyaan ini dengan jujur.Kelima, Hubungan Sesama Kerabat Semakin RenggangAkhir-akhir ini hubungan sesama manusia sangat ditentukan oleh kepentingan. Ada kepentingan, ada hubungan. Berbeda aliran tak tegur sapa. Tak sejamaah tak akrab. Karena uang dan kekuasaan kekeluargaan terganggu. Padahal islam dengan tegas menyuruh tebarkan salam sesama kalian (Afsussalam bainakum). ukhuwah insaniyah betul-betul terancam.Keenam, Alquran Sekedar Dilagu-lagukan dan Dihafal-hafal Benar, bahwa akhir-akhir ini semakin banyako rang yang hafal Alquran dengan lagu-lagu, padahal mereka tak faham dan tak mengerti maksudnya, bagaimana mengamalkannya ? Walaupun baca Alquran perintah agama, ada pahalanya, tapi tak ckup hanya dengan membaca saja, yang sangat penting adalah pengamalannya. Inilah kejadian-kejadian yang disebut dalam hadist Rasulullah diatas yang akan terjadi pada akhir zaman.Kita yakin dan sepakat, bahwa semua pertanyaan diatas jawaban kita sama yaitu betul-betul terjadi di negeri tercinta ini. Oleh sebab itu segeralah memperbanyak amal-amal kebaikan, cepat-cepat mohon ampun kepada Allah dan langsung tobat. Firman Allah :"Orang-orang yang tak mau bertobat, hanya berzikir dan berdoa saja, itulah orang yang zalim", (Al Hujurat : 11).Mudah-mudahan kita terhindar dari azab Allah dan semoga selalu dalam ridho Allah. Amiin.***Drs H Iqbal Ali, MM adalah Ketua STISIP Persada Bunda Pekanbaru dan Mubaligh IKMI Riau