KAIRO, GORIAU.COM - Cuaca buruk akibat badai salju, hujan es, dan angin kencang praktis melumpuhkan kehidupan di sejumlah negara Timur Tengah, seperti Mesir, Jordania, Palestina, dan Lebanon.

Langit kota Kairo dan beberapa kota lain di Mesir dalam tiga hari terakhir hingga Kamis (10/1) masih diselimuti mendung. Angin juga bertiup cukup kencang, mengakibatkan sebagian pohon di pinggir jalan bertumbangan. Beberapa jalan utama dilanda banjir.

Pemerintah Mesir telah memperingatkan warga agar waspada mengingat akan datangnya cuaca buruk di seantero negeri.

Arus lalu lintas di beberapa jalan utama di Kairo lumpuh akibat genangan banjir. Jalan raya menuju bandar udara internasional juga ikut tergenang.

Operasi kereta api bawah tanah di Kairo juga sempat terhenti selama satu jam, Rabu lalu, karena sebagian jalur rel metro itu tergenang banjir.

Cuaca buruk juga memaksa otoritas Mesir menutup beberapa pelabuhan dan jalan utama di wilayah Gurun Sinai selatan.

Kecelakaan lalu lintas juga sering terjadi di beberapa provinsi akibat cuaca buruk itu. Sedikitnya terjadi lima kecelakaan lalu lintas di kota Giza, yang menyebabkan 8 orang tewas dan 29 lainnya luka-luka.

Di luar Mesir, sedikitnya 11 orang dilaporkan tewas di Lebanon dan Palestina. Seorang pria Lebanon tewas setelah tertidur akibat mabuk di dalam mobilnya dalam kondisi badai salju di Lembah Bekaa. Korban lain di Lebanon adalah seorang bayi yang hanyut diterjang banjir bandang.

Sementara itu, Pemerintah Jordania kembali memutuskan meliburkan sekolah dan kantor pemerintah, Kamis, karena jalan- jalan di kota Amman dan kota lain di Jordania diselimuti salju tebal sehingga kendaraan sulit melintasi jalan-jalan itu.

Pemerintah Palestina juga memutuskan meliburkan sekolah dan kantor pemerintahan, karena salju cukup tebal menutup jalan-jalan di kota-kota Palestina di Tepi Barat. Hujan deras yang disertai salju melanda wilayah Tepi Barat selama satu pekan terakhir ini.

Kementerian Pendidikan Suriah mengumumkan penundaan ujian tengah semester karena kondisi cuaca yang membuat ibu kota Damaskus dan kota-kota lain di negeri yang sedang dilanda perang saudara itu berselimutkan salju.

Pemerintah Israel pun menutup sekolah, yang langsung disambut gembira anak-anak sekolah dengan turun ke jalan dan saling melempar bola salju. Di Jerusalem, salju sempat mencapai ketebalan 10 sentimeter, Kamis pagi.

Aliran listrik yang putus akibat cuaca buruk di beberapa bagian Lebanon, Jordania, Israel, dan Palestina makin menambah penderitaan warga, yang tak bisa menyalakan pemanas ruangan.***