PALEMBANG, GORIAU.COM - Setelah melalui penerbangan sekitar dua jam dari Surabaya, jenazah Khairunnisa (22), pramugari AirAsia QZ8501, tiba di kediamannya di Jalan Pipa, Kelurahan Pipa Reja, Kemuning, Palembang, Jumat (2/1/2014) pukul 19.30 WIB. Keluarga dan pelayat tak kuasa menyaksikan peti jenazah keluar dari mobil ambulans.

Kedatangan jenazah di rumahnya sudah lama ditunggu pihak keluarga setelah jasadnya berhasil ditemukan di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (31/12).

Tampak, keluarga berebut memeluk peti jenazah. Orangtua Nisa, Haidar Fauzi dan Rohana tak luput dari pelukan keluarga. Mereka menangis histeris hanyut dalam kesedihan dan duka cita.

Diketahui, Nisa merupakan pramugari AirAsia nomor penerbangan QZ8501 rute Surabaya-Singapura yang jatuh di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Minggu (28/12). Jasadnya kemudian ditemukan empat hari setelah kejadian.

Bos AirAsia 'Temani' Khairunnisa ke Palembang

CEO AirAsia Group Tan Sri Tony Fernandes menyatakan ikut mengantarkan peti jenazah pramugari Indonesia AirAsia QZ8501 Khairunnisa Haidar Fauzi (22) sampai kampung halamannya jika dia teridentifikasi.

Pada akun Twitter dia, @tonyfernandes, tertulis bahwa dia akan terbang menemani orang tua Khairunisa kembali ke Palembang.

"Jika awak kami yang cantik nan hebat itu teridentifikasi, kami akan pergi dari Surabaya ke Palembang bersama orang tuanya. Menyayat hati, memusnahkan jiwa," kata dia dalam posting ke akun Twitter-nya.

Khairunisa yang biasa dipanggil Nisa adalah salah seorang dari pramugari QZ8501 yang jatuh karam di Selat Karimata Minggu lalu.

Dua pekan sebelum QZ8501 jatuh, dia memposting foto di akun Instagram-nya diikuti kalimat, "I love you from 38000 ft" (aku cinta padamu dari 38.000 kaki).

Kata-kata itu ditujukan kepada kekasihnya, Divo, demikian The New Straits Times.

Firasat Sang Ayah

Sebelumnya Haidar Fauzi, ayah dari Pramugari AirAsia QZ8501 Khairunnisa Haidar Fauzi sudah merasakan firasat jika sang putri akan mendapatkan musibah. Sebelum Khairunnisa terbang, sang ayah selalu melihat foto dara cantik tersebut.

Hal itu diungkapkan sepupu Khairunnisa, Fanani. Dia menuturkan, ibu almarhumah bercerita bahwa pamannya kerap memandangi foto Nisa setiap saat.

"Saat saya mengantarkan orang tua Nisa ke bandara, ibu almarhumah cerita kalau selama dua hari sebelum kejadian, ayah almarhumah selalu melihat-lihat foto Nisa di ponselnya. Tapi ibu Nisa selalu bilang kalau nanti anaknya akan pulang pada tanggal 6 Januari 2015 ini,'' ujarnya kepada Liputan6.com di rumah duka Jalan Pipa, Kelurahan Pipa Reja, Kecamatan Kemuning, Palembang, Jumat (2/1/2015).

Namun ternyata, pramugari cantik ini harus pulang lebih awal dari jadwal yang direncanakan. Dengan menggunakan Pesawat AirAsia khusus di Terminal 2 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, jenazah Nisa diterbangkan ke Palembang pada pukul 16.00 WIB tadi.

Salah satu petugas bandara yang enggan menyebut namanya mengatakan, dalam penerbangan mengantar jenazah Khairunisa, bos AirAsia, Tony Fernandes, ikut serta.

"Itu pesawat khusus bawa jenazah Mbak Khairunisa. Langsung ke Palembang kan mau dimakamkan di sana," kata petugas berseragam rompi oranye di bandara Juanda.

Pemulangan jenazah pramugari cantik itu diiringi awan mendung dan isak tangis sesama rekan pramugari. Sebelum pesawat tinggal landas, doa bersama digelar di terminal 2. Hujan gerimis seperti memberi isyarat kepergian pramugari yang dikenal ramah dan baik hati itu.

Pihak keluarga menyatakan, jenazah Nisa akan dimakamkan malam ini di pemakaman keluarga di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bukit Kecil, Palembang.

Nisa adalah putri pasangan Haidar Fauzi dan Rohana. Dara manis kelahiran 11 Mei 1992 itu merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. Nisa diketahui bergabung dengan maskapai asal Malaysia sejak 2013. Nisa tercatat pernah sebagai siswa di SMP Negeri 9, SMA 6 Palembang dan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya.

Keinginan Nisa menjadi pramugari sudah terbit saat dia duduk di bangku kuliah. Dia pun mengejar cita-citanya dan berhasil diterima menjadi pramugari Pesawat AirAsia. (Ali)

Paling Mudah Diidentifikasi

Tidak sulit bagi tim DVI untuk mengenali jenazah Khairunisa, karena jenazah dipenuhi atribut data sekunder seperti kartu identitas yang menempel di tubuh dan Pin Air Asia.

''Data primernya dari sidik jari dan gigi cocok dengan data antemortem yang kami miliki, jadi tidak terbantahkan bahwa jenazah tersebut adalah Khairunisa," kata Ketua Tim DVI Polda Jatim, Kombes Polisi Budiyono, Jumat (2/1/2014).

Selain Khairunnisa, Tim DVI juga mengumumkan dua identitas jenazah lainnya yakni Grayson Herbert Linaksita, dan Kevin Alexander Soecipto. Ketiga jenazah siang ini juga akan diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Usai diserahkan, jenazah Khairunnisa akan langsung diterbangkan ke Palembang, Kevin Alexander Soecipto dibawa ke Malang, sementara Grayson Herbert Linaksita, akan disemayamkan keluarganya di Adi Jasa Surabaya.

Dari delapan jenazah yang sudah diidentifikasi, sampai hari ini ada empat yang sudah dikenali, empat jenazah lainnya belum berhasil karena minimnya data ante-mortem dan post-mortem.

Dimakamkan Malam Ini

Kakak korban, Ikhsan, mengatakan setelah sampai di rumah, diperkirakan pada pukul 19.00 WIB, jenazah akan langsung dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bukit Kecil Palembang. Para kerabat keluarga dan pelayat pun sudah ramai berdatangan. Mobil ambulans juga sudah disiapkan untuk mengantarkan peti jenazah almarhumah ke lokasi pemakaman.

Di TPU Bukit Siguntang sendiri, pemakaman Nissa sudah disiapkan. Karena berkemungkinan jenazah akan dikebumikan pada malam hari, pihak keluarga sudah menyiapkan mesin genset untuk penerangan saat prosesi pemakaman.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/02012015/khairunisa-1750.jpgSeperti diungkapkan Fadil, kerabat keluarga Khairunnisa yang berjaga di sekitar pemakaman, lubang makam sudah disiapkan sejak Kamis 1 Januari 2015 dan pihaknya tinggal menunggu rombongan jenazah datang.

"Kita tinggal menunggu saja, mesin genset juga sudah disiapkan kalau akan dilakukan pemakaman pada malam hari," ucapnya kepada Liputan6.com, Jumat (2/1/2015).

Sebelumnya, Fanani, sepupu almarhumah mengatakan bahwa sang ayah menginginkan Nisa dikebumikan keesokan harinya, yakni Sabtu Januari 2015.

"Berangkat dari Surabaya pukul 16.00 WIB dan mungkin sampai sini pukul 17.30 WIB. Keinginan ayahnya besok saja dimakamkan, ayahnya ingin melihat peti anaknya dulu tapi nanti akan kita rembukan lagi, mungkin saja bisa berubah rencana," urai Fanani. ***