PALEMBANG, GORIAU.COM - Khairunisa Haidar Fauzi, pramugari Air Asia QZ8501, telah berpulang untuk selama-lamanya dalam tragedi jatuhnya pesawat yang diawakinya di Perairan Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Tangis, duka dan doa mengiringi kepergian putri bungsu pasangan Rohana dan Haidar Fauzi.
Banyak kisah suka dan duka yang kini berlalu bersama kepergian dara cantik berusia 21 tahun itu. Di balik semua kisah itu, tersimpan sebuah keinginan dan cita-cita yang belum sempat diwujudkan Nisa hingga akhirnya.
"Nisa ingin pulang, Nisa ingin merayakan ulang tahun kakaknya, Rahmat, tanggal 6 nanti," ujar bibi Nisa, Lilis, Jumat 2 Januari 2015.
Semua asa Nisa kini hanya tinggal kenangan. Nisa pulang empat hari sebelum hari ulang tahun kakaknya terlaksana.
Tapi, Nisa tak bisa pulang seperti yang diharapkan keluarga, Nisa kembali ke Palembang untuk pulang selama-lamanya ke rahmatullah.
"Dia ingin kepulangannya dirahasiakan sebagai kejutan untuk kakaknya," tutus Lilis sambil terus terisak.
Lilis menuturkan, keinginan itu disampaikan Nisa kepada ibunya melalui telepon beberapa hari sebelum Nisa dinyatakan hilang bersama pesawat yang diawakinya.
"Nisa ingin memberi kado untuk kakaknya, itu keinginan terakhirnya," papar Lilis.
Khairunisa Haidar Fauzi meninggal dunia bersama penumpang Air Asia QZ8501 lainnya. Nisa menghembuskan nafas terakhir di tengah gelombang tinggi Selat Karimata.
Pengabdian Nisa untuk dunia penerbangan sudah berakhir. Semoga amal ibadah Nisa diterima Allah SWT. Selamat jalan Khairunisa Haidar Fauzi. ***


