PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Untuk mengatasi banjir yang melanda Ibu Kota Kabupaten Pelalawan Pangkalankerinci, Pemkab Pelalawan akan mendatangkan konsultasi dari luar negeri, agar bisa menata arah kemana air dialirkan sehingga banjir itu tidak lagi menggenangi Kota Pangkalankerinci.

''Jika berharapkan konsultan dan kontraktor setempat, proyek itu tidak pernah selesai dikerjakan, masyarakat tetap juga menderita ketika musim hujan. Semoga untuk pembangunan kali ini tidak hanya menghabiskan dana,'' papar Bupati Pelalawan HM Harris, Rabu (3/10/2012), saat membuka program Pelalawan Sehat dan gotong royong massal sempena HUT Kabupaten Pelalawan ke-13.

Pada saat gotong royong Bupati meninjau Jalan Harbes, dan belakang Ramayana yang telah direncanakan pembangunan drainase tapi tak kunjung selesai. Karena itu Harris berpikir untuk pembangunan drainase nantinya akan diserahkan ke konsultan luar negeri.

Disamping itu Bupati juga melakukan kunjungan ke keluarga yang diserang DBD. Beberapa penderita DBD sudah menginap di RS baik di Pangkalankerinci maupun di Pekanbaru, karena daerah ini rawan DBD.

Bupati juga melakukan peninjaun di sekitar Jalan Pepaya dimana jembatan masuk ke halaman warga menghalangi jalan air, sehingga Bupati memerintahkan dinas bersangkutan agar membongkarkan jembatan tersebut, supaya air parit lancar.

Kemudian Bupati meninjau Komplek BTN Lama. Terlihat jalan di wilayah BTN Lama airnya tidak kunjung kering, karena itu bupati menyumbang dana sebesar Rp50 juta untuk mengerjakan agar jalan ini bisa kering.

Setelah itu bupati meninjau Masjid Agung Ulul Azmi, tempat persiapan keberangkatan jamaah haji.

Di sini Bupati mengeluh karena tangga menuju lantai II masjid tersebut tidak memiliki besi pelindung, sehingga jamaah kurang nyaman menuju ke lantai II.(rpc)