
JAKARTA, GORIAU.COM - Badan Keamanan Amerika Serikat (NSA) ternyata tak hanya menyadap sebuah negara, tapi juga mengumpulkan data pengakses situs porno dari kalangan tokoh muslim. Ini terumah ditujukan untuk menyudutkan tokoh radikal serta usaha mereka memojokkan Amerika.
Surat kabar The Russia Today, Rabu (27/11) melaporkan, hal itu telah memicu perdebatan antara kepentingan nasional dengan hak pribadi. Ini terungkap dalam dokumen rahasia yang dibocorkan oleh Edward Snowden.
Pihak NSA melakukan itu demi mendiskreditkan reputasi, popularitas, dan otoritas dari enam kelompok radikal muslim melalui aktivitas Internet mereka dan kunjungan ke situs porno.
Mereka yang menjadi target yakni yang dianggap sangat radikal dan mendoktrin pengikutnya dengan pidato membakar semangat. Nama dan identitas pemimpin kelompok ini belum diungkapkan.
Dokumen tanggal 3 Oktober 2012 itu juga bertujuan mengeksploitasi pribadi termasuk melihat materi seksual yang mereka akses terutama saat berkomunikasi dengan gadis-gadis muda belum ada pengalaman serta pelacur Internet.
Nama-nama target ada di dokumen itu kini masih belum bisa dibuka oleh surat kabar The Huffington Post yang mengaku memegang salinan dokumen itu.
Stewart Baker, mantan penasihat umum NSA mengatakan, gagasan mencari kelemahan seseorang dan membunuh karakter individu sangat baik terutama mereka yang menjadi risiko bagi keamanan Amerika.
''Jika mereka terlibat mengacaukan Amerika, mereka harus disingkirkan dan kami akan melakukannya dengan pelbagai cara,'' ujar Baker.***