BANYUWANGI, GORIAU.COM - Sihatul Alfiyah (25), tenaga kerja asal Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, yang koma di Taiwan sejak 8 bulan lalu, akhirnya pulang ke Tanah Air.
Perempuan yang koma sejak 22 September 2013 karena disiksa majikannya tiba di Banyuwangi, Rabu (7/5/2014) pukul 04.30 dini hari, dan langsung dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan.
Alam Sudrajat, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyuwangi, menjelaskan, Sihatul Alfiyah diterbangkan dari Taiwan pada Selasa (6/5/2014) sekitar pukul 17.00 waktu setempat dan sampai di Bandara Juanda jam 23.00 WIB.
"Saat tiba di Surabaya, Sihatul sempat dibawa ke rumah sakit terdekat untuk melihat kondisinya apakah bisa melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi menggunakan ambulans. Alhamdulilah setelah dicek kondisinya stabil," kata Alam.
Kepulangan Sihatul didampingi satu dokter dan dua perawat dari Rumah Sakit Taiwan, serta perwakilan Kamar Dagang dan Ekonomi perwakilan Indonesia di Taiwan. "Termasuk juga ada perwakilan dari BNP2 TKI, dan juga agent baik dari Taiwan dan juga PT yang memberangkatkan dari Indonesia," katanya.
Alam juga mengatakan, Sihatul akan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan dengan pengawasan enam dokter spesialis dan 10 perawat.
"Nanti mereka akan bergantian memeriksa kondisi Sihatul. Semoga saja kondisinya semakin membaik setelah pulang ke Banyuwangi karena dekat dengan keluarga," tegasnya.
Sihatul berangkat ke Taiwan dan bekerja di peternakan sapi perah di Tainan City. Ia harus mengurus 300 ekor sapi perah seorang diri mulai pukul 03.00 hingga pukul 22.00 waktu setempat.
Sihatul sempat dirawat di Chi Mei Medical Center di Liouying Taiwan lalu dipindahkan ke Panti Jompo di Min An Road Distrik Baihe Kota Tainan. Dari pemeriksaan kesehatan sempat ditemukan luka benturan di bagian kepala Sihatul akibat benda tumpul.***



