PEKANBARU, GORIAU.COM - Besok (20/8/2013), Ketua beserta seluruh Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau sudah berada di Jakarta. Keberadaan mereka disana guna memenuhi undangan dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Namun, Tengku Edi Sabli selaku Ketua KPU Riau tidak tahu secara persis kasus yang mana yang akan dimintai keterangannya oleh DKPP. Pasalnya, hingga hari ini (19/8/2013) Edi Sabli belum menerima surat pemanggilan secara resmi. "Saya tidak tahu, DKPP akan menyidangkan kasus yang mana," katanya.

"Saya hanya diberitahu melalui sms," sambung Edi Sabli. Ia menerima Short Message Service (SMS) dari seseorang yang mengaku staf DKPP bernama Zaedi. Di dalam pesan tersebut, hanya diberitahukan mengenai sidang yang akan dilaksanakan besok, sekitar pukul 14.00 WIB tanpa memberikan lebih rinci mengenai agenda pemeriksaan.

Saat Edi Sabli menanyakan surat panggilan, Zaedi akan mengirimkan undangan melalui fax dan minta dikirimkan nomornya. Hingga berita ini diterbitkan, KPU Riau mengaku belum menerima fax tersebut. "Saya telpon lagi, katanya lagi di luar kota dan belum bisa kirim surat tersebut," jelas Edi Sabli.

Walau dengan sedikit ragu, KPU Riau tetap berangkat ke Jakarta setelah berkoordinasi dengan Bawaslu Riau. Selain itu, adanya pemberitaan di media massa juga menghapus keraguan tentang sms tersebut.

Edi Sabli mengatakan wajar jika dirinya meragukan undangan tersebut, sebab saat ini ada dua laporan yang menggugat KPU Riau ke DKPP. Pertama, tuntutan pasangan Bakal Calon Gubernur Riau jalur independen pasangan WIN yang gugur disebabkan tidak memenuhi syarat secara hukum.

Kasus yang lain yakni adanya masyarakat yang melaporkan KPU Riau berkenaan dengan scanning tandatangan Partai Demokrat dalam melengkapi berkas Calegnya.

"Apapun permasalahannya, kami siap untuk memberikan keterangan di DKPP," tegas Edi Sabli.(san)