
PEKANBARU - Ancaman kejahatan siber yang kian marak mengintai generasi muda membuat kepolisian mengambil langkah proaktif. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau melalui Subdirektorat 5 Siber menyambangi sekolah untuk membekali ratusan pelajar di Kota Pekanbaru dengan tameng anti-penipuan digital dan bahaya judi online, Selasa (3/11/2026).
Edukasi yang bergulir sejak pukul 08.00 WIB ini merangkul 180 peserta didik dari dua instansi pendidikan. Rinciannya, 80 orang berasal dari SMA Negeri 8 Pekanbaru dan 100 lainnya merupakan siswa SMK Negeri 3 Pekanbaru. Para pelajar diberikan pemahaman mendalam terkait modus kejahatan dunia maya yang tengah menjamur dan meresahkan masyarakat.
Gerakan preventif tersebut merupakan turunan dari Program Quick Wins Kapolri sekaligus program prioritas Polisi Bersama Masyarakat Tahun 2026. Eksekusi di lapangan dikawal oleh penyidik Unit 1 dan Unit 2 Subdit 5 Ditreskrimsus Polda Riau yang terbagi dalam dua tim. Tim pertama dikomandoi oleh Kanit Unit 1, AKP Said Khairul Imam, SH MH, sedangkan tim kedua dipimpin Kanit Unit 2, AKP Azhari, SH, di bawah arahan Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Riau, Kompol Firman Fadhila, SIK MM.
Mewakili Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro, SIK MH, Kasubdit Siber menyampaikan bahwa edukasi ini dirancang untuk membangun kesadaran hukum sejak dini. Para pelajar didorong untuk memiliki filter yang kuat saat berselancar di internet agar tidak mudah terperangkap tipu daya pelaku kejahatan siber.
"Generasi muda harus memiliki kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan digital, khususnya judi online dan penipuan. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tidak masuk akal, serta selalu berhati-hati dalam menerima informasi maupun tawaran melalui media digital," terangnya.
Kepolisian juga menaruh harapan agar para remaja tidak hanya menjadi penikmat internet yang pasif, melainkan ikut berperan menciptakan ekosistem ruang siber yang sehat dan bertanggung jawab.
"Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap para pelajar dapat menjadi generasi yang lebih cerdas dan bijak dalam menggunakan teknologi, serta mampu melindungi diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya dari ancaman kejahatan digital," imbuhnya.
Kehadiran aparat keamanan langsung di tengah lingkungan sekolah menjadi strategi persuasif untuk membendung keterlibatan usia muda dalam pusaran judi online sekaligus mencegah mereka menjadi korban penipuan. Langkah ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam mewujudkan ruang digital yang kondusif, aman, dan terbebas dari praktik kriminal di wilayah Riau. (wpa)