PEKANBARU – Ketua Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Kota Pekanbaru, Khoirul Basar, mendukung sikap Kapolri terkait pelarangan penggunaan rokok elektrik atau vape. Ia mengajak generasi muda di Riau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyalahgunaan vape yang dikaitkan dengan peredaran narkotika.

Khoirul menilai perkembangan penggunaan vape di kalangan anak muda perlu mendapat perhatian. Menurut dia, kekhawatiran tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan merokok elektrik, tetapi juga potensi penyalahgunaan cairan vape yang diduga dapat dicampur dengan zat berbahaya, termasuk narkotika sintetis.

"Kami dari KIPAN Pekanbaru mendukung penuh kebijakan Bapak Kapolri. Ini merupakan langkah penting untuk melindungi benteng pertahanan bangsa, yaitu generasi muda. Penggunaan vape yang tidak terkontrol berpotensi membuka celah penyalahgunaan narkotika jenis cair yang sulit terdeteksi," kata Khoirul Basar kepada GoRiau.com Selasa (3/11/2026).

Ia mengatakan perlindungan generasi muda dari narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, pemuda di Provinsi Riau diminta tidak hanya menjadi penonton dalam upaya pemberantasan narkotika, tetapi ikut terlibat dalam kegiatan edukasi dan pencegahan.

Khoirul juga mengajak generasi muda mendukung langkah Kapolda Riau dalam menjaga keamanan serta mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat.

"Kepada seluruh rekan-rekan generasi muda Riau, mari kita bersama-sama mengatakan tidak pada vape yang berisiko dan narkoba. Jangan biarkan kebiasaan yang kelihatannya sepele justru menjadi ancaman bagi masa depan. Pemuda Riau harus sehat, cerdas, produktif, dan bebas narkoba demi mewujudkan Indonesia Emas," ujarnya.

Menurut Khoirul, pemberantasan narkoba tidak cukup mengandalkan penindakan aparat penegak hukum. Upaya pencegahan juga membutuhkan kesadaran keluarga, lingkungan pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat.

KIPAN Pekanbaru, kata dia, berkomitmen mengambil bagian dalam gerakan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN). Salah satunya melalui edukasi di sekolah, komunitas, dan ruang-ruang kepemudaan.

Ia berharap kolaborasi pemerintah, kepolisian, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk membangun lingkungan yang terbebas dari penyalahgunaan narkotika.

Khoirul juga berharap keterlibatan pemuda dalam gerakan pencegahan narkoba dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan Riau yang lebih sehat dan aman. ***