
PEKANBARU – Penyakit flu dan batuk yang dibiarkan berkepanjangan ternyata menjadi pemicu utama kerusakan telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) bagi masyarakat Indonesia. Kondisi ini menyumbang angka kasus infeksi tertinggi yang mengancam fungsi pendengaran, terutama pada anak-anak.
Dokter spesialis THT dari Rumah Sakit THT-KL Proklamasi Jakarta, dr Soekirman Soekin, SpTHT-BKL (K), MKes memaparkan bahwa infeksi menyumbang dua hingga empat persen dari total penduduk Indonesia yang mengalami masalah indra pendengaran maupun pernapasan tersebut.
"Penyebab terbanyak masyarakat Indonesia mengalami masalah THT yakni karena infeksi," terangnya saat melaksanakan bakti kesehatan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, Pekanbaru, Sabtu (1/8/2026).
Ia menjelaskan, infeksi THT umumnya bermula dari penyakit ringan yang terkesan sepele, seperti flu dan batuk yang dibiarkan terjadi berulang dan berlangsung dalam waktu lama. Oleh karena itu, peran aktif orang tua sangat vital dalam menjaga imunitas anak agar tidak mudah terserang penyakit tersebut.
"Kalau batuk pilek pada anak jangan disepelekan dan dibiarkan. Karena bisa membahayakan dan lari ke telinga sehingga mengganggu pendengaran," ingatnya.
Berdasarkan pemaparan tim medis di lapangan, terdapat beberapa faktor pemicu utama masalah THT di tengah masyarakat:
Sementara itu, Direktur RSUD Arifin Achmad, drg Yusi Prastiningsih menegaskan komitmen pihaknya dalam membantu memulihkan kesehatan masyarakat. Pada kegiatan bakti kesehatan kali ini, tim medis berhasil melakukan penanganan dan operasi terhadap puluhan pasien secara gratis.
"Total pasien ada 20 orang yang berasal dari Kuansing, Rokan Hulu, Pelalawan, dan juga Pekanbaru," rincinya.
Ke depannya, RSUD Arifin Achmad tengah bersiap menjadi tuan rumah untuk agenda medis yang lebih masif. Oktober mendatang, rumah sakit rujukan utama di Provinsi Riau ini dijadwalkan menggelar kegiatan Mega Bakti Kesehatan THT-KL berskala nasional.
Nantinya, seluruh sub-divisi kedokteran THT dari berbagai wilayah di Indonesia akan berkumpul di Pekanbaru untuk bersinergi memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. "Harapannya pada kegiatan mega bakti kesehatan nantinya akan semakin banyak pasien yang bisa ditangani," pungkasnya. ***