PEKANBARU, GORIAU.COM - Meski Pemilihan Gubernur Riau hanya menyisakan waktu 13 hari lagi, tapi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Riau tetap saja mengeluh soal dana. Keluhan soal dana ini selalu muncul saat hearing dengan Komisi A DPRD Riau yang sudah digelar beberapa kali. Dan hari ini, Rabu (21/8/2013), lagi-lagi Bawaslu mengeluhkan soal dana.

Hearing atau rapat dengar pendapat (RDP) itu dilaksanakan di ruang medium DPRD Riau dan dihadiri utusan Polda Riau, Satpol PP, BKD, Bappeda, Bawaslu, Biro Tata Pemerintahan Setdaprov Riau dan Biro Humas Setdaprov Riau. Sedangkan dari DPRD hadir Ketua Komisi A DPRD Riau Masnur didamping Syafruddin Sa'an, Tony Hidayat, Gumpita, James Pasaribu.

Rusidi Rusdan dari Bawaslu Riau mengatakan didalam pelaksanaan Pilgubri 2013 ini Bawaslu masih kekurangannya dana karena disaat pengajuannya pada APBD murni sebesar Rp65 M tidak semuanya disetujui, maka di APBD P 2013 diajukan lagi. ''Yang telah disetujui pada APBD 2013 kurang, makanya diajukan di APBD P 2013,'' terangnya.

Karena itu Rusidi beharap adanya suntikan dana agar pengawasan Pilgubri bisa berjalan dengan baik. ''Kualiatas SDM di Bawaslu masih minim maka perlu peningkatan melalui pelatihan-pelatihan sehingga nantinya ini bisa bekerja dengan maksimal,'' ujarnya beralasan.

Menyikapi itu Kepala Bappeda Riau Ramli Walid mengatakan, penambahan dana untuk Bawaslu Riau di APBD P sudah dibahas. ''Kita tengah membahasnya, yang diajukan Rp25 miliar, tapi bisa saja naik atau turun tergantung pembahasan. Kita minta Bawaslu juga bisa melakukan penghematan dengan mengurangi kegiatan yang tidak penting,'' tegas Ramli Walid.

Sedangkan untuk dana pengamanan, tambahnya, tidak ada masalah. Dan di APBD-P sudah dibahas dan angkanya Rp25 mliar sesuai dengan kebutuhan pengamanan Pilgubri 2013.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Riau meminta Bawaslu dan Bappeda duduk satu meja untuk membahas anggaran yang diajukan. Rapat akan dilanjutkan Senin pekan depan untuk membahas anggaran yang lebih konkrit. (rdi)