
PEKANBARU – Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di ujung Jalan SM Amin, Kota Pekanbaru, kembali padam, Senin (20/4/2026) dini hari. Ironisnya, fasilitas publik ini baru saja selesai diperbaiki oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru namun kembali tidak berfungsi akibat maraknya aksi pencurian.
Kepala Dishub Pekanbaru, Masykur Tarmizi, membenarkan bahwa pihaknya sejatinya sudah berupaya memulihkan kondisi jalan yang gelap dengan memasang instalasi jaringan baru di sejumlah titik rawan.
"Iya, kita sudah pasang kabel baru," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Senin siang.
Meski perbaikan telah dilakukan, aksi pencurian nyatanya terus berulang tanpa hambatan. Berdasarkan pendataan petugas di lapangan, setidaknya terdapat tujuh titik instalasi yang kembali kehilangan kabel utama.
"Sementara ada tujuh yang hilang, tapi ini masih kita cek lagi. Informasinya ada lagi yang menuju ke arah Restu Ibu," ungkapnya.
Dishub mengklaim telah melakukan penarikan dan pemasangan ulang jaringan di sepanjang jalan protokol tersebut. Masykur berharap ada peran aktif dari masyarakat luas untuk ikut memantau keamanan fasilitas umum di lingkungan sekitar.
"Kami mohon sama-sama kita jaga, jangan dirusak apalagi dicuri," tambahnya.
Fenomena mati lampu yang terus berulang ini memicu kekecewaan mendalam dari masyarakat pengguna jalan. Tari, warga sekitar, menilai perbaikan dari instansi terkait terkesan sia-sia karena tidak disertai solusi keamanan yang matang.
"Sudah diperbaiki, sempat terang, tapi sekarang gelap lagi. Jadi seperti berulang terus," keluhnya.
Kritik tajam juga dilontarkan oleh kalangan akademisi. Mahasiswa Universitas Riau, Riko, menyebut persoalan ini sebagai cerminan nyata lemahnya sistem pengawasan dari aparat pemerintah terhadap aset berharga milik daerah.
"Kalau terus berulang seperti ini, berarti ada yang belum beres dari sistem pengamanannya. Ini jalan utama, risikonya besar kalau gelap," tegas Riko.
Menurutnya, minimnya penerangan di jalur padat lalu lintas tidak sekadar menghambat mobilitas warga, melainkan melipatgandakan potensi kecelakaan hingga ancaman tindak kejahatan kriminal.
Di sisi lain, kejahatan terhadap fasilitas umum di Pekanbaru rupanya tidak hanya menyasar kabel PJU. Para pelaku juga nekat membongkar komponen vital lainnya hingga merugikan banyak pihak.
"Mereka bukan cuma mencuri kabel, tapi juga panel lampu," papar Masykur.
Menghadapi situasi pelik ini, Dishub mengaku telah meningkatkan intensitas pengawasan sekaligus menjalin koordinasi dengan aparat kepolisian dan pihak PLN. Salah satu insiden perusakan bahkan sempat membuat lampu lalu lintas di simpang Jalan Bukit Barisan mati total dan mengacaukan arus kendaraan.
"Kami sudah koordinasi dengan PLN untuk pemasangan kembali, dan sekarang sudah normal," jelasnya.
Aksi perusakan aset publik ini pada akhirnya memberikan dampak kerugian langsung bagi ribuan masyarakat yang melintas setiap hari dan membutuhkan rasa aman.
"Kalau hilang, yang dirugikan masyarakat," tutupnya. ***