PEKANBARU – Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, harga sejumlah bahan pokok di Kota Pekanbaru mulai merangkak naik. Dari berbagai komoditas yang diperdagangkan di Pasar Simpang Baru Panam, lonjakan paling tajam terjadi pada tomat yang naik lebih dari 100 persen dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah dan metode hisab, awal puasa Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026. Dengan waktu yang tinggal sekitar sepekan, denyut kenaikan harga mulai terasa di tingkat pedagang dan konsumen.

Weni, pemilik warung sembako Berkah Dua Saudara di Pasar Simpang Baru, Rabu (11/2/2026), mengatakan harga tomat mengalami kenaikan paling signifikan.

“Tomat yang paling jauh naiknya. Dulu Rp8.000 per kilo, sekarang Rp17.000,” ujar Weni.

Kenaikan tersebut terjadi secara bertahap, dari Rp8.000 menjadi Rp10.000, lalu Rp12.000, hingga kini menyentuh Rp17.000 per kilogram. Artinya, dalam hitungan pekan, harga tomat melonjak lebih dari dua kali lipat.

Selain tomat, kol juga mengalami kenaikan cukup tajam. Jika sebelumnya dijual di kisaran Rp5.000–Rp6.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp10.000 per kilogram. Kentang pun bergerak dari kisaran Rp12.000 menjadi Rp13.000 per kilogram.

Menurut Weni, berkurangnya pasokan di musim penghujan menjadi salah satu faktor pendorong. Momentum menjelang Ramadhan juga dinilai ikut memengaruhi psikologi pasar.

“Barang berkurang. Musim hujan juga. Ditambah mau Ramadhan, biasanya memang mulai naik,” katanya.

Berbeda dengan tomat, harga cabai justru cenderung lebih rendah dibandingkan beberapa waktu lalu. Weni menjual cabai di kisaran Rp35.000–Rp40.000 per kilogram. Cabai rawit berada di angka Rp40.000, sedangkan cabai keriting sekitar Rp50.000 per kilogram.

Suryani, salah seorang pembeli, mengaku sempat merasakan tekanan ketika harga cabai menembus Rp100.000 per kilogram.

“Waktu itu sampai Rp100.000. Jadi belanja sedikit-sedikit saja,” ujarnya.

Kini, ia bisa mendapatkan cabai sekitar Rp35.000 per kilogram. Namun, beban beralih ke komoditas lain, terutama ikan yang masih dijual Rp50.000–Rp60.000 per kilogram.

Saat harga cabai melonjak, ia mengaku mengurangi pemakaian dalam masakan. “Biasanya masak cabai sepiring, jadi setengah piring. Sambil nunggu turun,” katanya.

Kenaikan harga tomat dan sejumlah sayuran menjadi sinyal awal pergerakan harga jelang Ramadhan. Pola ini berulang hampir setiap tahun, ketika permintaan rumah tangga meningkat dan pasokan dari sentra produksi terhambat faktor cuaca.

Pedagang memperkirakan kenaikan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama pada komoditas sayuran segar.

“Kita yang beli saja sudah mengeluh, apalagi pembeli. Modal naik, mau tidak mau harga jual ikut naik,” ujar Weni.

Bagi warga, stabilitas harga menjadi harapan utama memasuki bulan puasa. “Harapannya jangan melonjak lagi. Kalau naik sedikit-sedikit masih bisa diatur, tapi kalau tinggi sekali susah,” harap Suryani. ***