PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan harga pangan menjelang Ramadhan 1447 Hijriah dengan mendatangkan pasokan cabai merah dan bawang merah dari luar daerah. Dua wilayah yang menjadi mitra utama ialah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, khususnya sentra bawang merah di Brebes.

Langkah ini ditegaskan saat Direktur PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, melakukan pemantauan harga di Pasar Simpang Baru Panam, Rabu (11/2/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari arahan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, guna memastikan kesiapan pasokan dan stabilitas harga menjelang bulan puasa yang diperkirakan dimulai Rabu, 18 Februari 2026.

“Kita sudah mendapat arahan untuk melakukan langkah strategis menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri. Salah satunya kerja sama antar-daerah dengan DIY dan Jawa Tengah untuk komoditas cabai merah dan bawang merah dari Brebes,” ujar Ade.

Ia menjelaskan, volume pasokan yang akan didatangkan masih disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan. Pemerintah akan menghitung kebutuhan intervensi pasar sebelum menentukan jumlah tonase yang dikirim ke Riau.

“Volumenya nanti menyesuaikan kebutuhan intervensi pasar di Provinsi Riau. Kita lihat situasi dan perkembangan harga,” katanya.

Langkah ini diproyeksikan sebagai instrumen pengendalian harga apabila terjadi lonjakan signifikan mendekati Ramadhan. Selama ini, cabai dan bawang merah kerap menjadi komoditas penyumbang inflasi pangan di Riau.

Untuk menekan harga agar tetap kompetitif, pengiriman dari daerah produsen juga akan mendapat dukungan subsidi biaya angkut dari Bank Indonesia. Dengan demikian, harga jual di tingkat pasar diharapkan tidak terlalu tinggi saat dilepas ke konsumen.

“Nanti kolaborasi bersama Bank Indonesia. Biaya angkut dari daerah produsen ke Pekanbaru akan disupport, sehingga bisa hadir dengan harga lebih murah ketika dibutuhkan untuk stabilisasi,” ujar Ade.

Selain skema pasokan antar-daerah, pemerintah juga terus menggencarkan operasi pasar murah secara bergiliran di 12 kabupaten/kota di Riau.

Ketua APPSI Komisariat Pasar Simpang Baru, Yurni Elok, menyambut baik rencana tersebut. Menurut dia, meski harga saat ini relatif stabil, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan potensi kenaikan biasanya terjadi mendekati H-2 Ramadhan.

“Kalau hari ini masih stabil. Tapi mendekati puasa biasanya ada kenaikan, terutama cabai dan bawang,” katanya.

Dengan skema pasokan dari sentra produksi nasional dan dukungan lintas lembaga, Pemprov Riau berharap dapat meredam gejolak harga serta menjaga inflasi daerah tetap dalam kisaran target nasional, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen. Stabilitas harga, terutama pada komoditas strategis seperti cabai dan bawang, menjadi penopang utama daya beli masyarakat menjelang bulan suci. ***