PEKANBARU – Pembukaan jalur penerbangan langsung dari Pekanbaru ke Jeddah, Arab Saudi, bagi jamaah umrah oleh Pemerintah Provinsi Riau, disambut antusias sejumlah kalangan. Terobosan ini dinilai sangat memudahkan masyarakat yang ingin menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci.

"Kami sangat menyambut baik adanya pembukaan penerbangan langsung Pekanbaru-Jeddah bagi jamaah umrah oleh Pemerintah Provinsi Riau. Ini sangat mempermudah masyarakat kita yang mau menunaikan ibadah umrah. Mereka tidak perlu transit lagi di bandara lain. Dan yang jelas, tanpa transit, tentu ini akan mengurangi biaya untuk transit seperti yang dialami sebelum-sebelumnya," kata Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Defizon, ketika dihubungi GoRiau, Selasa (15/7/2025) siang.

Menurut Defizon, dengan adanya penerbangan langsung Pekanbaru-Jeddah ini, masyarakat punya alternatif penerbangan dalam menunaikan niatnya berumrah ke Tanah Suci. "Masyarakat punya pilihan untuk berangkat umrah, mau yang langsung, atau mau transit dulu di Singapura atau Malaysia misalnya," ujarnya.

Defizon berharap frekuensi penerbangan langsung Pekanbaru-Jeddah ini disesuaikan dengan kebutuhan jumlah peminat umrah yang mau berangkat. "Kalau peminat umrah banyak, tentu maskapainya harus menambah pula flat-nya. Disesuaikan dengan jumlah peminat dan flat-nya," harap Defizon.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) Provinsi Riau Dede Firmansyah juga menyambut antusias dibukanya jalur penerbangan langsung Pekanbaru-Jeddah bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah umrah.

"Ini menjadi alternatif bagi travel umrah, yang tadinya pilihannya ada Pekanbaru ke Malaysia baru ke Jeddah, Pekanbaru ke Singapura baru ke Jeddah, atau Pekanbaru ke Medan dulu baru Jeddah, ada juga Pekanbaru ke Jakarta dulu. Sekarang langsung Pekanbaru ke Jeddah, walaupun nanti akan isi bahan bakar di Colombo atau India saya lupa, ini alternatif yang sangat baik bagi travel umrah dan masyarakat," kata Dede.

Dengan adanya penerbangan langsung Pekanbaru-Jeddah ini, Dede optimis jumlah jamaah umrah yang berangkat melalui Pekanbaru akan meningkat drastis. Dede juga yakin jumlah jamaah umrah dari Riau sendiri akan melonjak signifikan.

"Ini peluang bagi travel umrah. Orang akan banyak umrah melalui Pekanbaru. Yang akan umrah itu tidak saja dari Riau, tapi dari Sumbar juga. Berangkat Subuh-subuh dia dari Pariaman atau Padang, sampai Pekanbaru langsung dia berangkat ke Saudi. Jadi ini peluang besar yang bisa dimanfaatkan teman-teman pengelola travel," ungkap Dede.

Pemerintah Provinsi Riau saat ini sudah membuka secara resmi jalur penerbangan langsung dari Pekanbaru ke Jeddah bagi jamaah umrah. Penerbangan perdana tanpa transit ini diberangkatkan dari Bandara Sultan Syarif Kasim II, Senin (14/7/2025) kemarin.

Sebanyak 210 jamaah menjadi rombongan pertama yang diberangkatkan langsung ke Tanah Suci menggunakan maskapai Lion Air. Penerbangan dijadwalkan berlangsung sekali dalam sepekan.

Gubernur Riau Abdul Wahid hadir langsung di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru, untuk melepas keberangkatan para jamaah. Ia menyebut penerbangan ini merupakan hasil dari komunikasi intensif antara Pemerintah Provinsi Riau dan pihak maskapai.

Menurut Wahid, rute penerbangan langsung ini dirancang untuk memangkas waktu dan mengurangi kelelahan jamaah, sehingga mereka bisa tiba di Tanah Suci dalam kondisi lebih siap secara fisik dan mental.

Rencana ke depan, penerbangan langsung ini akan dijadwalkan secara reguler setiap minggu. “Dengan penerbangan rutin, dalam sebulan kita bisa memberangkatkan hampir seribu jamaah,” kata Wahid. ***