
PEKANBARU – Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Elly Wardhani, mengungkapkan kesan mendalam menjelang masa pensiunnya yang akan dimulai pada September 2025 mendatang. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan penyerahan Surat Keputusan (SK) pensiun kepada 83 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, Selasa (15/7/2025), yang berlangsung di Auditorium H Ismail Suko, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Riau.
Dalam suasana yang penuh haru, Elly menyatakan bahwa seluruh perjalanan kariernya sebagai PNS sejak diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 1991, diwarnai dengan berbagai kenangan yang ia sebut “manis dan berharga”
“Kalau ditanya suka dan duka, saya coba mencari dukanya, tapi tidak ada yang tertinggal di ingatan. Yang tersisa hanya kenangan indah,” ujarnya.
Ia mengakui, dinamika dalam dunia birokrasi tentu tak luput dari tekanan, termasuk beban kerja dan tuntutan waktu yang tinggi. Namun, semua itu menurutnya justru menjadi bagian dari proses yang membentuk pribadi dan pengabdian ASN.
“Setidak enak-enaknya kerja dimarahi atasan, dikejar waktu, tetap lebih baik daripada tidak bekerja. Kita bersyukur, diberi kesempatan menjadi bagian dari pelayanan publik, diberi amanah, dan bisa menyelesaikannya,” kata Elly.
Selama lebih dari tiga dekade bekerja, Elly menyebut sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk berinteraksi dengan sesama ASN dan masyarakat. Ia menggambarkan kehidupan seorang pegawai perempuan yang harus membagi waktu antara tugas kantor dan tanggung jawab keluarga
“Kami bekerja dari pagi hingga petang, bahkan sering mewakili pimpinan saat akhir pekan. Tapi semua itu menjadi bagian dari perjuangan yang, kini, terasa sebagai kenikmatan,” ungkapnya.
Elly mengajak para ASN yang akan memasuki masa pensiun untuk bersyukur dan menerima perubahan status ini dengan lapang dada. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas hingga akhir masa pengabdian, agar tidak meninggalkan masalah administratif atau beban moral.
“Kita berdoa, semoga pensiun dalam keadaan sehat dan tidak ada tanggungan atau masalah yang tertinggal. Jangan sampai ada yang jadi PR setelah kita purna tugas,” katanya.
Sebagai penutup, Elly berharap masa pensiun dapat dimaknai sebagai masa baru yang penuh ketenangan, kebersamaan dengan keluarga, serta lebih banyak ruang untuk beribadah dan menikmati hidup.
“Mungkin besok, setelah shalat Subuh, bisa tidur lagi. Masak pun tidak harus buru-buru. Nikmati waktunya. Terima kasih untuk semua kenangan yang baik,” tutupnya. ***