
SELATPANJANG - Kepala Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kepulauan Meranti, Ahmad Yani, angkat bicara masalah isu yang saat ini santer dibicarakan, Lesbi Gay Biseksual dan Transgender (LGBT). Menurut Ahmad Yani, perkembangan LGBT harus segera dicegah, pasalnya akan susah ditangani andai sudah berkembang.
Demikian ditegaskan Ahmad Yani, ketika ditemui di Selatpanjang, Jumat (19/2/2016).
Kata Ahmad Yani, sebenarnya tahun 2015 lalu, mereka telah bicarakan masalah aktivitas anak sekolah yang mengarah kepada kelainan seksualitas. Waktu itu, mereka membahasnya bersama Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kepulauan Meranti.
"Dulu itu sudah ada indikasi pelajar mulai SD sampai SMA suka sejenis, seperti lesbi," kata Ahmad Yani.
Terpantau pula, aktivitas menyimpang ada di media sosial seperti facebook. Untuk itu, guna mengantisipasi hal negatif tersebut berkembang lebih jauh, Kesbangpolinas Meranti bersama Asisten II, Dishubkominfo, dan beberapa pihak terkait menggelar rapat. Waktu itu titik fokusnya pada pemantauan warnet sebagai tempat mengakses dunia maya (media sosial, red).
"Kita khawatir warnet ini jadi tempat mereka mengakses informasi yang kurang baik. Selain itu, khawatir juga terkait masalah narkoba (di warnet, red)," ujar Ahmad Yani lagi.
Dari permasalahan ini, tahun 2015 Pemda Meranti telah mengeluarkan Perda tentang penyakit masyarakat (Pekat). Kata Ahmad Yani juga, ada banyak aktivitas warga yang bisa dikategorikan sebagai Pekat. Untuk itu, diharapkan pula Satpol PP tegas bertindak karena sudah dilindungi payung hukum Perda Pekat.
"Dulu tak bisa ditindak secara tegas, karena belum ada Perda. Sekarang Perda itu sudah diterbitkan, jadi kita harap Satpol PP bertindak tegas," katanya lagi.
Lalu, beberapa bulan belakangan muncul istilah LGBT. Perkumpulan yang mewadahi manusia kelainan seksual ini akhirnya dikategorikan sebagai Pekat di Meranti. Diakui Ahmad Yani juga, meski agak sulit mendeteksi LGBT ini karena memang belum terang-terangan muncul seperti di kota lain, namun hal ini terus menjadi pantauan. Mereka khawatir LGBT luput dari pantauan sehingga berkembang.
"Kalau masalah LGBT kita harus mulai membenahi (mencegah, red) dari awal. Sebab, setelah berkembang susah nantinya," kata mantan Kabag Kesra Setdakab Meranti itu lagi. ***