TELUKKUANTAN - Kondisi Idoy (10), seorang bocah di Logas Tanah Darat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau sungguh memprihatinkan. Ia sudah lama tidak bermain dan bersekolah bersama teman-temannya karena menderita sindrom nefrotik.

"Sindrom nefrotik itu ginjal bocor dan salah satu penyakit langka yang ada di Riau," ujar Kepala Bidang PKM Dinas Kesehatan Kuansing, dr. Detri Elvira kepada GoRiau.com, Sabtu (20/2/2016) pagi di Telukkuantan.

Dikatakan Detri, Idoy kini tinggal bersama kakek neneknya, sebab ibunya sudah meninggal ketika dirinya berusia 5 tahun. Sementara, ayahnya sudah menikah lagi.

"Neneknya itu mengasuh tiga orang cucu, termasuk Idoy. Sementara, kakeknya hanya memotong karet dengan luas kebun 1 hektare," ujar Detri.

Kondisi keluarga ini, lanjut Detri, sangat memprihatinkan. Dengan murahnya harga karet, mereka harus menghidupi tiga cucu dan biaya pengobatan Idoy.

"Dulu, Idoy pernah dirawat selama 11 hari di Puskesmas Perhentian Luas. Namun dia minta pulang dan sekarang dirawat di rumah neneknya," lanjut Detri.

Ketika dirawat di Puskesmas Perhentian Luas, perut Idoy membengkak. Sementara, tubuhnya sangat kurus dan kerdil.

"Kini, perutnya sudah tidak bengkak lagi. Namun, kondisinya tetap memprihatinkan," ucap Detri.

Untuk saat ini, sudah ada Anggota DPRD Kuansing yang menanggung biaya pengobatan dan biaya kebutuhan sehari-hari.

"Alhamdulillah, sudah ada Anggota DPRD terutama dari pemilihan LTD yang peduli," ucap Detri. Harusnya, lanjut dia, Idoy mendapat perawatan khusus supaya bisa sembuh total.***