
TELUKKUANTAN - Pemekaran daerah otonom baru di wilayah hilir Kuantan Singingi (Kuansing), Riau sangat menguntungkan masyarakatnya. Sebab, selain memacu pembangunan juga akan tercipta peluang pekerjaan dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Demikian disampaikan Prof. Dr. Marbakri, SH, tokoh masyarakat Kuansing yang ada di Pekanbaru saat acara duduk bersama pembentukan otonom baru, Rabu (6/4/2016) malam di Hotel Pangeran.
"Karena itu, saya sangat mendukung pembentukan kabupaten ini," ujar Marbakri.
Jika dilihat dari berbagai daerah di Indonesia, lanjut dia, Riau masih jauh tertinggal secara nasional. Sebab, di Riau baru ada 12 kabupaten, sedangkan Jawa Timur mencapai 30 kabupaten. "Ini yang harus kita kejar step by step."
"Dulu, Indragiri itu hanya satu. Kemudian dimekarkan menjadi dua dan setelah itu tiga ketika ada Kuansing," tambah Marbakri.
Tujuan pemekaran, kata Marbakri, untuk pemerataan pembangunan dan masyarakat adil makmur. "Keadilan itu untuk kita bersama. Maka, mari kita bersama-sama membentuk kabupaten baru," ajaknya.
Mendirikan sebuah kabupaten, lanjut dia, bukanlah perkara mudah. Sebab, butuh perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit nilainya. Selain materi, waktu juga akan tersita.
"Kita semua tahu, ini bukan pekerjaan sehari dua hari, melainkan bertahun-tahun," ucap Marbakri.
Kendati demikian, ia percaya masyarakat yang berada di enam kecamatan bisa memperjuangkan cita-cita luhur tersebut. "Kalau tak dimulai dari sekarang, kapan lagi."
"Inilah saatnya kita menuju wilayah otonomi baru untuk kehidupan masyarakat lebih baik," tutup Marbakri yang disambut tepuk tangan.***