
DURI - Dinilai mengganggu kenyamanan pengguna Jalan Sudirman, sekitar 400 Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Riau, sempat direlokasi ketempat yang baru diantaranya pasar Dewi Sartika, pasar Inpres, pasar Mandau raya dan Pujasera.
Namun karena tempat yang baru tidak prospek, para PKL pun kembali menduduki trotoar dan bahu jalan. Mereka menggelar dagangan seperti sedia kala, meskipun sudah mendapat dana Rp1 juta pada relokasi terdahulu.
"Selain tidak prospek ditempat ya baru, saya kembali berjualan di Jalan Sudirman ini karena melihat banyak pedagang baru yang menduduki tempat kami sebelumnya berjualan. Mereka yang baru ini tidak ditertibkan. Berarti pemerintah tidak tegas dalam membuat aturan," kata Asrul pedagang buah kepada GoRiau.com, Kamis (7/4/2016).
Petugas keamanan baik itu dari UPT Dinas Pasar dan Kebersihan serta Satpol PP Mandau, dituding hanya gertak sambal saja dilapangan. Saat para PKL bersatu untuk menduduki pinggir Jalan Sudirman, tidak satupun dari petugas keamanannya yang turun melakukan penertiban.
"Isentif, surat keterangan kios pedagang serta pembebasan retribusi sementara ini ternyata tidak semua PKL mendapatkan. Wajar mereka yang tidak dapat ini kembali lebih dulu ke ruas jalan," tambah Asrul lagi.
Asrul dan teman-temannya sadar, , keberadaan PKL yang berada disepanjang jalan Jendral Sudirman tepatnya didepan Pasar Mandau Raya dianggap sebagai biang kemacetan arus lalu lintas.
Pantauan GoRiau.com akibat dari penumpukan PKL, tata parkir juga membuat penyempitan ruas Jalan dalam Kota Penghasil minyak tersebut hingga ruas jalan yang tersisa hanya kurang lebih 2,5 meter saja. ***