
TELUKKUANTAN – Denyut persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XLIV tingkat Provinsi Riau kian terasa di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Di bawah koordinasi ketat Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) kabupaten, Kuansing kini tengah berada di jalur cepat untuk menuntaskan seluruh persiapan kafilah demi mengejar target gelar juara umum.
Langkah matang itu tergambar dari intensitas pemusatan latihan (training centre/TC) yang digelar di berbagai titik. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kuansing yang juga Ketua Kafilah Kuansing, Izmayudi Hendri, menyampaikan bahwa seluruh instrumen pendukung telah bergerak maksimal, termasuk serangkaian latihan intensif yang baru saja rampung pada pertengahan bulan ini.
"Persiapan kita mudah-mudahan rasanya sudah maksimal. Para kafilah yang akan bertanding di beberapa cabang sudah melakukan TC, termasuk beberapa hari kemarin pada tanggal 15 dan 16 yang digelar di beberapa lokasi cabang lomba," ujar Hendri kepada GoRiau.com, Rabu (17/6/2026) pagi di Telukkuantan.
Latihan spartan di menit-menit akhir ini bukan tanpa alasan. Bagi Kuansing, kompetisi tahun ini adalah momentum besar. Hendri menegaskan bahwa jajaran pengurus dan anggota LPTQ kabupaten telah mengerahkan segala daya upaya agar kafilah mereka mampu mendominasi panggung musabaqah.
"Masalah target tentu juara umum, dengan segala upaya yang telah dilakukan oleh ketua beserta anggota LPTQ kabupaten," tegasnya optimis.
Namun, strategi Kuansing tidak hanya bertumpu pada pengasahan bakat lokal. Demi menambal celah dan memperkuat formasi di beberapa cabang lomba yang krusial, LPTQ Kuansing mengambil langkah taktis dengan mendatangkan enam orang qari dan qariah dari luar daerah Kuantan Singingi.
Hendri menjelaskan, langkah ini diambil dengan tetap menghormati regulasi dan sportivitas kompetisi. Proses transfer talenta ini didasarkan pada tiga pilar syarat ketat yang telah disepakati bersama dengan otoritas terkait.
Pertama, seluruh qari dan qariah tersebut harus dipastikan merupakan masyarakat asli Provinsi Riau. Kedua, mereka wajib mengantongi surat rekomendasi resmi dari LPTQ kabupaten atau kota asal mereka. Terakhir, perpindahan ini harus mendapat lampu hijau berupa kesepakatan atau rekomendasi langsung dari LPTQ tingkat Provinsi Riau.
Melalui kombinasi persiapan yang matang, kerja keras para kafilah, serta pemenuhan regulasi yang tertib, Kuansing kini menatap panggung MTQ Riau dengan kepercayaan diri penuh, siap melangkah sebagai penantang terkuat peraih takhta juara umum.***