BENGKALIS, GORIAU.COM - Warga Bengkalis mengeluhkan takaran di APMS yang ada di Bengkalis. Semua APMS ternyata tidak punya takaran yang sama dan cenderung merugikan konsumen. Untuk itu, warga meminta instansi terkait melakukan tera ulang terhadap alat ukur dan timbangan yang ada di Bengkalis, Riau.

Warga Bengkalis, Johan, Minggu (4/11/2012) mengatakan, dirinya beberapa kali mengisi bahan bakar minyak sepeda motornya di APMS yang berbeda. Anehnya, takarannya selalu berbeda antara APMS yang satu dengan APMS yang lain. ''S'elisihnya lumayan besar. Sebagai contoh saya mengisi sepeda motor full di APMS A dengan biaya Rp14.000. Sementara di APMS B saya harus bayar Rp17.000 dengan kondisi tanki yang diisi sama-sama dalam keadaan kosong,'' keluh Johan.

Ditambahkan Johan, bukan dirinya saja yang merasakan demikian. Sejumlah warga lainnya juga sering mengeluhkan hal serupa. Kedengarannya memang kecil, selisih sekitar Rp3.000 untuk sekali pengisian. Tapi jika diakumulasikan tentu jumlahnya bisa besar mencapai jutaan, tergantung jumlah konsumen yang mengisi BBM.

''Kita tidak menuduh APMS mengurangi takarannya. Tapi alangkah baiknya instansi terkait melakukan tera ulang. Maklum yang namanya alat tanpa disengaja bisa saja bergeser stelannya atau tidak akur lagi,'' ungkap Johan.

Tera ulang sudah menjadi kewajiban dari pihak APMS. Sesuai aturan dilakuakn dalam satu tahun satu kali. Jika sudah lama tidak ditera ulang oleh Balai Metrologi, bisa saja kondisi meterannya error sehingga memerlukan tera ulang secara berkala.

''Kalau tidak ditera ulang, jelas bisa merugikan kedua belah pihak, baik pemilik APMS maupun kita sebagai konsumen. Saya sendiri tidak tahu kenapa bisa terjadi selisih demikian. Secara logika kalau takaran yang digunakan tentu sesuai standar, antara APMS A dengan APMS semestinya sama. Bisa saja APMS yang lebih takarannya tersebut alatnya rusak, dalam posisi ini tentu si pegusaha dirugikan,'' tutup Johan. (jfk)