
JAKARTA, GORIAU.COM - Partai Hati Nurasi Rakyat (Hanura) dengan tegas menolak usulan dana aspirasi Rp20 miliar per anggota DPR RI karena dinilai akan menyakiti rakyat.
Demikian disampaikan Ketua Fraksi Partai Hanura Ir Nurdin Tampubolon, Kamis (18/6/2015). Fraksi Hanura juga mengeluarkan tujuh pernyataan sikap terkait dana aspirasi tersebut.
''Kami dengan tegas menolak dana aspirasi yang diajukan sebesar Rp 20 miliar per anggota,'' tegasnya.
Dikatakan, Fraksinya sudah mengeluarkan tujuh pernyataan terkaiit dana aspirasi. Pertama, Fraksi Partai Hanura tidak mau terlalu jauh berdebat tentang penting atau tidaknya dana aspirasi. Akan tetapi, dalam pandangan Fraksi Partai Hanura dana aspirasi belum terlihat letak urgensinya sehingga harus dilaksanakan.
Kedua, pembangunan daerah pemilihan dengan mengatasnamakan negara hanya untuk alat legalisasi penggunaan uang negara adalah salah satu bentuk tindakan yang sanagat menyakitkan bagi nurani, dan Fraksi Partai Hanura tidak ingin sekali-kali mengkhianati suara nurani.
Ketiga, Fraksi Partai Hanura sudah memulai pembangunan daerah pemilihan termasuk di wilayah yang belum ada anggota DPR/DPRD dari partai Hanura di daerah tersebut melalui program Reses Fraksi Partai Hanura yang semua pembiayaannya ditanggung oleh fraksi dengan dana bersumber dari hasil sumbangan seluruh anggota Fraksi Partai Hanura. Hal ini sebagai bentuk janji dan tanggungjawab Fraksi Partai Hanura terhadap rakyat dan negara.
Keempat, Fraksi Partai Hanura tidak ingin mengambil tugas-tugas yang bukan menjadi fungsi dari DPR, karena hanya akan menimbulkan masalah baru dan tumpang tindih program dengan pemerintah.
Kelima, selain landaskan hukum yang belum kuat, fraksi partai hanura juga menilai bahwa program dana aspirasi ini belum menjadi hal yang prioritas, mengingat selama ini setiap anggota DPR sudah difasilitasi dengan dana reses dan kunjungan dapil dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan.
Keenam, Fraksi Partai Hanura setelah ini akan lebih fokus mengawal program pemerintah yang masih belum maksimal utamanya mengenai perlambatan ekonomi, menurutnya nilai tukar, serta harga sembako yang melambung tinggi yang menyebabkan daya beli masyarakat turun, karena hal ini dirasa jauh lebih penting untuk segera dicarikan solusinya dari pada menggugat dana aspirasi segera dilaksanakan.
Dan terakhir, Fraksi Partai Hanura selalu mendukung setiap kebijakan pemerintah dalam upaya membangun bangsa dan negara demi tercapainya program nawacita. (ari)