
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Parit-parit yang ada di Indragiri Hilir (Inhil), Riau, tidak hanya digunakan masyarakat sebagai jalur transportasi tetapi juga sebagai tempat membuang sampah, hal itu kususnya bagi masyarakat yang bertempat tinggal di sepanjang parit.
Seperti masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Tembilahan Hulu, mereka mengakui, membuang sampah ke parit hampir setiap hari.
Hal itu, mereka lakukan, disebabkan mereka tidak memiliki tempat membuang benda-benda sisa kebutuhan sehari-hari tersebut, karena mobil pengangkut sampah tidak menjangkau ke rumah-rumah mereka.
''Mobil pengangkut sampah hanya sampai Jalan Saptamarga saja, jadi dari Jalan Pelita Jaya dan jalan lain ke bagian hulu, tidak tersentuh sama sekali,'' ujar salah seorang penduduk.
Makanya kenapa, sebagai alternatif, para penduduk membuang sampah ke parit, meskipun mereka sadar, kegiatan seperti itu dapat mencemari lingkungan, apalagi air dari parit itu digunakan masyarakat untuk kebutuhan mandi dan mencuci.
''Kita minta pemerintah memperhatikan ini, bagaimana caranya, agar mobil sampah sampai ke rumah-rumah kami, sehingga kami tidak lagi membuang sampah ke parit,'' tambahnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Inhil, Eddiwan Syasbi menjelaskan, untuk operasional armada setiap harinya ke bagian Tembilahan Hulu hanya sebatas sampai di Jalan Saptamarga.
''Karena kita kekurangan armada dan personil, termasuk biaya operasional, tapi kita usahakan di 2016, mobil sudah mencapai semua bagian Tembilahan Hulu,'' terangnya.(ayu)