TELUK KUANTAN, GORIAU.COM - Penggalangan dana untuk jalur Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar yang dipimpin Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) H Sukarmis, berhasil mengumpulkan Rp84,4 juta. Penggalangan tersebut dilakukan pada acara melayur jalur di Desa Petapahan, Selasa (20/5/2014).
Hadir pada acara tersebut anggota DPRD Kuansing Sardiyono dan Andi Cahyadi, pejabat di lingkungan Pemkab Kuansing, Camat Guntor Artamelia, sejumlah camat di Kuansing, para kepala desa, pengurus BPD, tokoh masyarakat dan ratusan masyarakat. Juga terlihat hadir mantan Wakil Bupati Kuansing H Mursini yang baru saja terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Riau.Dana yang terkumpul di antaranya berasal Bupati Kuansing Rp10 juta, dari Sukarmis sebagai pribadi Rp10 juta, anggota DPRD Sardiyono Rp30 juta, Sardiyono atas nama pribadi Rp5 juta, H Mursini Rp1 juta dan sumbangan dari para pejabat lainnya. Totalnya, Rp84,4 juta.Bupati Sukarmis berharap jalur baru yang dilayur ini bisa menorehkan prestasi, baik di tingkat rayon maupun di Teluk Kuantan nantinya. "Masyarakat diharapkan tetap kompak. Pemerintah hadir di tengah masyarakat, selain menjalin silaturahmi juga menjemput aspirasi," kata Sukarmis.Sementara Camat Guntor Artamelia menyambut positif dibuatnya jalur baru oleh masyarakat Desa Petapahan. "Mudah-mudahan jalur baru ini bisa mengikuti jalur pendahulunya, yakni Jalur Lintah Jalang, yang sudah beberapa kali menorehkan prestasi sejak tahun 2010 lalu. Masyarakat kita harapkan terus melestarikan budaya pacu jalur yang sudah turun-temurun ini," kata Artamelia.Kepala Desa Petapahan Aidel Fitro selaku ketua panitia pembuatan jalur baru mengatakan, pembuatan jalur baru ini dilatarbelakangi banyaknya atlet jalur di Desa Petapahan, sementara jalur yang sudah ada tidak mampu menampung banyaknya jumlah masyarakat yang ingin ikut berpacu. Jalur milik Desa Petapahan yang dikenal dengan nama Jalur Lintah Jalang ini memang telah banyak menorehkan prestasi di ajang pacu jalur rayon maupun di Tepian Narosa, Teluk Kuantan.Meurut Aidel, kayu pembuat jalur baru tersebut diambil dari hutan di wilayah Pati Soni, Desa Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik. Kayu ini ditarik masyarakat secara bergotong royong. Setelah sampai di tepi hutan, diangkut menggunakan alat berat menuju Desa Petapahan. Pembuatan jalur baru ini hingga dilayur menghabiskan dana Rp54 juta.hks