SELATPANJANG, GORIAU.COM - Dalam dua hari, setidaknya ada dua kondisi udara di Kota Selatpanjang, Ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Kalau, Senin (13/10/2015) sore Selatpanjang diselimuti kabut asap, namun pada Selasa (14/10/2015) Kota Sagu itu diguyur hujan.



Meski hujan tidak begitu deras dan tidak lama, namun sudah bisa menghilangkan kabut asap seperti yang terjadi Senin sore kemarin. Udara di Kota Sagu ini menjadi cerah paska hujan.

Berdasarkan data yang dirilis bagian Humas Setdakab Kepulauan Meranti, hasil rapat antara Pemda dengan Perusahaan di Meranti dan TNI serta Polri, Senin malam, mengatakan bahwa setidaknya hingga saat ini sudah ada sekitar 300 Hektare lahan di Bandul Tasikputri Puyu terbakar.

Mengantisipasi meluasnya kebakaran itu, penjabat Bupati Kepulauan Meranti Drs H Edy Kusdarwanto MM mengambil langkah cepat dengan membetuk tim terpadu penangggulangan dan pemadaman api di Desa Bandul yang hingga saat ini sudah membakar 300 Ha lahan. Langkah ini diambil setelah upaya pemadaman yang dilakukan selama 3 bulan terakhir sejak Juli lalu oleh masyarakat peduli api yang dibantu perusahaan dengan peralatan yang serba terbatas belum membuahkan hasil, dan lahan masih terus terbakar.

"Langkah pemadaman lahan ini sesuai infruksi Presiden yang meminta Bupati melaporkan terkait kondisi Karlahut didaerah dimana aparatur Sipil, TNI/Polri, diharapkan menjadi menjadi kekuatan inti pemadaman api," ujar Edy Kusdarwanto.(zal)