PEKANBARU – Pelatih Bhayangkara Lampung FC, Oscar Bruzon, memuji atmosfer sepak bola Pekanbaru setelah timnya mengalahkan PSPS Pekanbaru dengan skor 3-1 dalam laga perdana I.League Cup 2026/2027. Ia menilai dukungan suporter dan semangat juang tuan rumah menunjukkan bahwa sepak bola masih memiliki gairah besar di Kota Bertuah.

Bermain di Stadion Kaharuddin Nasution, Rabu malam, 4 November 2026, Bhayangkara berhasil mengamankan tiga poin. Meski unggul tiga gol lebih dahulu, PSPS tetap berusaha memberikan perlawanan hingga akhirnya memperkecil ketertinggalan melalui penalti Matheus Machado pada masa tambahan waktu.

Oscar mengatakan dirinya menghargai PSPS, termasuk dukungan suporter yang memenuhi tribun stadion. Menurut dia, status PSPS sebagai klub peserta kompetisi kasta kedua tidak mengurangi kualitas atmosfer pertandingan.

“Football is alive in this city,” kata Oscar dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada PSPS yang tidak kehilangan semangat meski tertinggal tiga gol. Menurut Oscar, tuan rumah tetap berusaha menciptakan peluang dan memberikan tekanan hingga pertandingan berakhir.

Ia menilai pertandingan tersebut berlangsung menarik karena kedua tim sama-sama berusaha menunjukkan permainan terbaik.

Oscar juga menjelaskan Bhayangkara datang ke Pekanbaru dengan persiapan serius. Ia tidak menganggap I.League Cup sebagai kompetisi pelengkap, meskipun timnya harus membagi konsentrasi dengan pertandingan Super League.

Menurut dia, setiap kompetisi di Indonesia memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, Bhayangkara tetap memberikan perhatian maksimal terhadap turnamen tersebut dan menurunkan pemain yang dinilai paling siap.

“Seperti yang saya katakan sebelumnya, kami menjalani kompetisi ini dengan serius. Semua kompetisi di Indonesia tidak mudah. Pemain terbaik akan selalu mendapatkan kesempatan bermain,” ujarnya.

Oscar mengatakan I.League Cup juga menjadi kesempatan bagi pemain lokal yang selama ini belum mendapatkan banyak menit bermain. Rotasi dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada pemain lain sekaligus menjaga kebugaran sejumlah pemain asing.

Salah satu pemain yang mendapat kesempatan tersebut adalah Sani Rizki Fauzi. Ia masuk pada babak kedua dan berhasil mencetak gol ketiga Bhayangkara melalui tendangan voli pada menit ke-59.

Oscar menilai penampilan Sani menjadi gambaran bahwa Bhayangkara memiliki kedalaman skuad yang cukup baik. Ia juga menjelaskan pergantian Ryan Kurnia dilakukan karena pemain tersebut mengalami masalah kebugaran setelah mencetak gol pembuka.

Terkait sejumlah keputusan VAR, termasuk penalti yang diberikan kepada PSPS pada penghujung pertandingan, Oscar memilih tidak banyak berkomentar mengenai kepemimpinan wasit. Ia menyebut beberapa insiden berlangsung dalam situasi yang cukup cepat dan berada dalam kategori keputusan yang sulit.

Selain memuji atmosfer pertandingan, Oscar juga menyoroti format kompetisi piala yang dinilainya menarik. Berbeda dengan kompetisi liga yang menuntut konsistensi sepanjang musim, turnamen piala memiliki rentang pertandingan lebih pendek sehingga setiap laga dapat memberikan kejutan.

Ia bahkan menilai pertemuan klub dari kasta berbeda menjadi daya tarik tersendiri. Klub Super League tidak bisa menganggap enteng tim Championship karena persaingan di kasta kedua juga cukup kompetitif.

Setelah meraih kemenangan di Pekanbaru, Bhayangkara selanjutnya bersiap menghadapi pertandingan melawan PSS Sleman di Yogyakarta. Oscar mengatakan timnya akan memprioritaskan pemulihan kondisi pemain sebelum menjalani pertandingan berikutnya. ***