PEKANBARU, GORIAU.COM - Anjloknya Dana Bagi Hasil (DBH) Provinsi Riau dari sektor minyak dan gas mengharuskan pemerintah daerah memikirkan solusi terbaik untuk menggantikan DBH tersebut.
Sektor perikanan, kelautan, perkebunan, kehutanan dan pariwisata menjadi fokus Pemprov Riau menggantikan kekurangan tersebut. Namun selain itu, juga ada potensi lain yang bisa dijadikan solusi.
Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Riau, Mahdi Muhammad, mengaku, sektor pengolahan bahan baku di Provinsi Riau diyakini siap menggantikan anjloknya harga minyak dan gas (Migas) di pasar bursa. Sektor pengolahan ini bahkan menjadi tumpuan penting untuk mengangkat kembali perekonomian Riau yang turun sejak awal tahun lalu.
Pada kwartal pertama sektor pengolahan ini justru mengalami peningkatan sebesar 23 persen yang didominasi oleh sawit, paper, kelapa dan sagu.
"Diharapkan menjadi tumpuan ekonomi Riau ke depan. Sebab industri pengolahan bahan bakunya ada di Riau. Termasuk industri pengolahan makanan," kata Mahdi, Rabu (27/05/2015).
Beberapa daerah penghasil Migas di Riau belakangan menunjukan angka penurunan jumlah produksi. "Kalau turun terus harus ada potensi pengganti lainnya. Kami melihat Riau telah siap, ini harus didorong terus," tukasnya.
Secara perlahan Migas akan diagantikan sektor bahan olahan itu. Hanya saja saat ini masih terkendala kesiapan infrastruktur penunjang, sumber daya manusia dan faktor pendukung lainnya.
Sementara itu, bagian yang perlu mendapat perhatian pemerintah untuk dibenahi ke depannya adalah masalah perizinan, infrastruktur, serta nilai tambah di industri. Menurut dia, potensi pengilahan ini ustru mendapat peluang yang lebih besar terutama disektor pertanian.***