TELUKKUANTAN - Pemerintah memprediksi musim kemarau akan segera tiba. Bahkan, kemarau pada tahun 2016 diperkirakan lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya.

Karena itu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo langsung memberikan intruksi kepada para pemangku kepentingan di daerah agar mempersiapkan diri. Sebab, kemarau panjang di Indonesia sangat identik dengan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut), khususnya di Riau.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) bersama kepolisian dan TNI berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kuansing.

"Kita minta mereka untuk menjaga lahan masing-masing agar tidak terjadi Karlahut," ujar Kapolres Kuansing AKBP Edy Sumardi P, SIk kepada GoRiau.com, Kamis (18/2/2016) siang di Telukkuantan.

Tidak hanya itu, lanjut dia, pemerintah juga meminta perusahaan untuk membuat embung-embung di konsesinya. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kekeringan ketika terjadi Karlahut.

Dikatakan Kapolres, saat ini sudah ada 90 komunitas masyarakat gotong royong melawan Karlahut di Kuansing. Semua komunitas tersebut sudah dilatih dan dilengkapi dengan sarana pemadam.

Untuk Kuansing sendiri, kata Edy, sudah membangun 86 embung-embung, baik di areal perusahaan maupun dekat lahan masyarakat.

"Kemaren sudah 86 embung-embung, kemungkinan akan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan kita," ucap Edy.***