PEKANBARU – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru bersama Kepolisian Daerah (Polda) Riau terus mendalami kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang merenggut nyawa seorang perempuan lanjut usia, Dumaris Denny Waty br Sitio (60). Peristiwa tragis ini terjadi di kediamannya di Jalan Kurnia II, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Rabu (29/4/2026).

Kasus ini menyita perhatian setelah penyelidikan mengarah pada dugaan keterlibatan orang dekat. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan, polisi mendapati rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aktivitas mencurigakan dari mantan menantu korban berinisial AF.

"Dari hasil pendalaman, yang patut diduga dan terlihat dalam rekaman CCTV masih merupakan kerabat atau keluarga besar," ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Jumat (1/5/2026).

Korban selama ini dikenal sebagai sosok baik yang kerap membantu AF, meski hubungan pernikahan AF dengan anak korban telah berakhir 2023 silam. AF diketahui sempat menemui korban di rumah tersebut awal April lalu, sebelum insiden nahas ini terjadi.

Kejadian memilukan ini pertama kali diketahui oleh suami korban, Salmon Meha (65). Ia mendapati istrinya telah tiada sekitar pukul 11.00 WIB setelah sebelumnya pergi mengurus pajak kendaraan sejak pukul 08.00 WIB. Pemeriksaan mencatat sejumlah harta benda lenyap, termasuk cincin pernikahan, uang 400 dolar Singapura, paspor, serta telepon genggam.

Penyelidikan mengungkap adanya indikasi kejahatan terencana. Keluarga sempat melaporkan percobaan pembobolan rumah, Rabu (8/4/2026), yang berujung pada pemasangan CCTV keesokan harinya. Rekaman tersebut merekam pergerakan kendaraan mencurigakan di sekitar lokasi, Minggu (26/4/2026), hingga detik-detik seorang pria tak dikenal melakukan kekerasan fisik terhadap korban dan merusak kamera pengawas.

Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, memberikan atensi khusus terhadap penyelesaian kasus ini. Pihak kepolisian tidak hanya fokus memburu pelaku, tetapi juga melibatkan tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Inafis. Pendampingan psikologis melalui program trauma healing turut diberikan untuk membantu memulihkan kondisi mental keluarga yang ditinggalkan akibat peristiwa ini.

"Kami akan terus mengejar pelaku di manapun berada. Mohon dukungan dan doa dari masyarakat agar kasus ini segera terungkap," tegas Pandra. ***