PEKANBARU – Ketua DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid mendorong pemerintah kota memperluas program bantuan seragam sekolah gratis agar dapat menjangkau seluruh siswa SD dan SMP pada tahun ajaran mendatang. Perluasan penerima dinilai penting untuk meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

Dorongan itu disampaikan setelah Pemerintah Kota Pekanbaru mulai merealisasikan penyaluran bantuan seragam sekolah gratis pada akhir Oktober 2026. Program yang dialokasikan melalui anggaran lebih dari Rp12,4 miliar untuk tahun ajaran 2026/2027 tersebut menyasar 19.900 siswa, terdiri atas 8.900 siswa SD dan 11.000 siswa SMP.

Isa mengapresiasi langkah Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru yang telah merealisasikan program tersebut. Menurut dia, bantuan seragam dan perlengkapan sekolah memberikan manfaat langsung bagi peserta didik baru maupun orang tua.

"Tentu kita apresiasi ya dan mendukung penuh program seragam sekolah gratis yang sudah mulai disalurkan. Anak-anak peserta didik baru kita senang dan orang tua wali murid terbantu. Harapan kita, tahun depan seluruh siswa di Kota Pekanbaru bisa menerima bantuan seragam dan perlengkapan sekolah," kata Isa Lahamid, Selasa (3/11/2026).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan bantuan tersebut tidak sekadar mengurangi pengeluaran rumah tangga. Pemenuhan kebutuhan seragam juga menjadi salah satu faktor penunjang kenyamanan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

"Dengan adanya bantuan seragam dan perlengkapan sekolah, kita berharap siswa bisa lebih semangat belajar. Bantuan ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan untuk menunjang pendidikan anak-anak," ujarnya.

Selain memperluas jumlah penerima, Isa juga mengusulkan penambahan jumlah seragam yang diberikan kepada setiap siswa. Saat ini, masing-masing penerima memperoleh tiga stel seragam sekolah.

Menurut dia, jumlah tersebut masih berpeluang ditingkatkan apabila kemampuan keuangan daerah memungkinkan. Namun, ia memahami bahwa penambahan bantuan harus mempertimbangkan ketersediaan anggaran pemerintah kota.

"Kalau bisa, bantuan seragam bukan hanya tiga stel, tetapi lebih dari itu. Namun, kita memahami ada keterbatasan anggaran sehingga saat ini baru bisa diberikan tiga stel," jelasnya. ***