
PEKANBARU, GORIAU.COM - Setelah melalui penyelidikan secara berkala, aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru akhirnya menahan empat aktivis buruh minyak dan gas bumi yang diduga sebagai otak pelaku perusakan aset milik Kantor Dinas Tenaga Kerja Riau beberapa waktu lalu.
"Penahanan dilakukan karena mereka diindikasi sebagai otak pelaku perusakan itu," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru Komandan Arief Fajar Satria kepada wartawan di Pekanbaru, Senin (9/12/2013).
Arief menjelaskan, keempat orang tersebut adalah Armaini dengan seorang anggotanya dan Ali Umar juga dengan seorang anggotanya. Armaini dan Ali Umar merupakan dua aktivis yang diindikasi sebagai penggerak massa untuk melakukan aksi unjuk rasa tanpa pemberitahuan terlebih dahulu ke pihak Polresta Pekanbaru pada pertengahan pekan lalu.
Massa yang berjumlah ratusan orang itu sebelumnya menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Disnaker Riau yang berlokasi di Jalan Pepaya, Pekanbaru. Ketika itu, massa buruh migas ini mendesak untuk bertemu dengan Kepala Disnaker Riau, namun sedang tidak berada di tempat.
Waktu itu, massa hendak menyerahkan surat protes ke pihak Disnaker Riau terkait lambatnya realisasi penaikan gaji guruh di sektor migas. Mendapati Kadisnaker Riau tak di tempat, massa kemudian memaksa masuk dan merusak sejumlah fasilitas aset pemerintah di lantai dasar dan di ruang kepala dinas.
Terkait aksi anarkisme buruh tersebut, aparat kepolisian kemudian menangkap 15 orang diantaranya. "Namun karena bukti-bukti kurang, mereka kemudian dibebaskan dan hanya wajib lapor," kata Kompol Arief Fajar.
Setelah itu, kata Arief, anggota kemudian melakukan penyelidikan mendalam dan tetap memeriksa sejumlah saksi-saksi lain. Hasilnya, didapat empat orang diduga sebagai otak pelaku perusakan di Kantor Disnaker Riau. "Mereka itu adalah Armaini dan satu orang anggotanya, serta Ali Umar yang juga ditangkap bersama seorang anak buahnya," kata dia.
Sampai hari ini, demikian Arief, kepolisian masih menahan empat pelaku tersebut guna kepentingan penyidikan. Sementara terkait penahanan empat aktivis tersebut, ratusan buruh hari ini kembali menggelar unjuk rasa di pintu samping Kantor Gubernur Riau di Pekanbaru. Salah satu butir tuntutan mereka adalah agar aparat kepolisian membebaskan empat aktivis yang ditahan tersebut.(fzr/ant)