BENGKALIS, GORIAU.COM - Dua karyawan PLN Bengkalis, Bb (35) bagian distribusi listrik dan Jln (41) bagian sekuriti, dibekuk aparat Sat Narkoba Polres Bengkalis, Selasa (11/3/2014) pukul 01.20 WIB. Mereka dibekuk di rumah dinas PLN, nomor 092 RT/RW III/III Kelurahan Kota Bengkalis saat hendak pesta sabu-sabu.

Selain mengamankan dua tersangka tersebut, polisi juga menahan salah seorang perempuan asal Jawa Tengah berinisial Sw (21), yang ikut bersama-sama di rumah dinas malam itu. Dari tangan para tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti, 1 paket sabu seharga Rp400 ribu, alat penghisap (bong) serta kaca pirek.

Kapolres Bengkalis, AKBP Andry Wibowo melalui Kasat Narkoba AKP Willy Kartamanah kepada sejumlah wartawan, Selasa, mengatakan, tersangka Bb sudah diintai sejak tiga minggu terakhir. Selama ini Bb selalu menggunakan kendaraan dinas untuk membeli barang haram tersebut. Tindakan tersebut sebagai upaya mengelabui petugas.

''Kita sudah melakukan pengintaian sejak tiga minggu terakhir. Pelaku selalu mengunakan kendaraan dinas saat bertransaksi. Malam tadi, Bb kembali membeli sabu di salah satu desa di Kecamatan Bantan, tapi kali ini dia tidak menggunakan kendaraan dinas,'' ujar Willy.

Bb bertugas di bagian distribusi listrik, selalu menyambangi rumah-rumah pelanggan PLN ketika terjadi gangguan listrik. Usai membeli barang haram tersebut, Bb kembali ke rumah dinasnya di jalan Hang Tuah (komplek PLN lama).

Saat itu Bb ditemani salah seorang karyawan bagian keamanan, Jln (41) keduanya lalu masuk ke dalam rumah. Celakanya, Bb juga mengajak seorang teman wanita yang baru dikenalinya, Sw (21) asal Jawa Tengah.

''Saat kita dobrak, ketiganya terlihat sudah siap-siap akan mengonsumsi benda haram tersebut. Hal itu terlihat satu paket sabu yang sudah dibuka dan akan dibakar di kaca pirek. Selain itu kita temukan juga seperangkat alat hisap,'' sebut Willy lagi.

Pihaknya masih terus melakukan pengembangan kemungkinan adanya pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut. Bahkan kata Willy, polisi sudah mengantongi siapa bandar yang selama ini menyuplai atau menjual sabu ke para tersangka tersebut.(jfk)