JAKARTA, GORIAU.COM - Ketua DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono, Poempida Hidayatulloh, meminta pengurus beringin di daerah secepatnya melakukan konsolidasi kepengurusan. Konsolidasi nasional, sangat penting segera dilakukan sebab agenda politik nasional yaitu pemilihan kepala daerah secara serentak sudah didepan mata, bulan Desember nanti akan digelar. Bila terlambat konsolidasi, tentu Golkar akan tergagap menghadapi persaingan dalam Pilkada serentak.

"Ini saatnya Golkar fokus pada konsolidasi nasional,"kata Poempida di Jakarta, Minggu, 22 Maret 2015.

Saat ditanya tentang siapa kepengurusan Golkar Riau yang sah, apakah beringin dibawah kepemimpinan Indra Adnan atau Annas Makmun? Poempida menjawab, seharusnya yang sah adalah kepengurusan dibawah kepemimpinan Indra Adnan, karena Indra yang mengakui dan mendukung Munas Ancol. Apalagi, sekarang Annas Mamun sudah ditahan KPK, sehingga ada kevakuman kepemimpinan. Roda organisasi tentu harus berjalan. Reposisi bisa dilakukan, agar roda organisasi sehari-hari bisa berjalan.

''Seharusnya demikian (Indra Adnan yang sah). Tapi pengesahan dari Menkumham, jalan terbaik bagi bersatunya kembali Golkar," kata dia.

Bila masih ada perbedaan pandangan tentang kepengurusan siapa yang sah, menurut Poempida itu bisa diselesaikan lewat proses hukum. Ia persilahkan yang belum puas menempuh jalur hukum. Poempida juga meminta, pengurus Golkar di daerah, termasuk di Riau untuk melakukan reposisi kepengurusan yang diperlukan.

"Secara keorganisasian Golkar harus segera melakukan reposisi secara internal. Ini untuk menjalankan aktifitas partai secara keseharian," kata dia.

Dan bila masih ada faksionalisasi, seperti yang terjadi di Riau, Poempida meminta diselesaikan secara natural saja. Jalan kekeluargaan harus diutamakan. Karena bagaimana pun semua kader adalah bagian dari keluarga besar Golkar. Yang terpenting adalah dilakukannya akomodasi berbagai macam kepentingan yang ada disana dengan semangat untuk mengembalikan kejayaan beringin.

''Saya yakin dengan jalan kekeluargaan dan akomodasi, faksionalisasi yang berkembang bisa membaur secara natural,'' kata menantu mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris itu. (gus)