
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Sebelum memulai lomba penulisan jurnalistik bertemakan kelapa, terlebih dahulu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau diajak memantau perkelapaan di Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), oleh PWI Inhil, Pemerintah Kabupaten dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil, Sabtu (21/3/2015).
Dalam kunjungan singkat untuk melihat kebun-kebun kelapa di sana, salah seorang pemilik kebun yang berada di sana meminta perbaikan parit, karena menurutnya kerusakan parit yang telah lama terjadi sangat mengganggu hasil panen mereka.
''Sejak bertahun-tahun kebun kami rusak parah, buahnya tidak sebanyak dulu lagi, itu semua karena merembesnya air parit ke kebun kelapa milik kami,'' ujar Mohrani.
Oleh karena itu, ia mewakili petani lainnya mengatakan sangat berharap perhatian dari pemerintah agar memperbaiki parit-parit di sana dengan membangun tanggul mekanik, karena selama ini dikatakannya mereka telah melakukan perbaikan secara manual, namun hasilnya nihil.
''Kami sangat berharap, di sini dibangunkan tanggul mekanik. Tidak banyak permintaan kami di sini, yang penting hasil panen kami bagus, karena itulah mata pencaharian kami di sini,'' harap Mahroni.
Mendengar keluhan petani di Desa Sungai Luar, Asisten I Setdakab Inhil, Darussalam mengakui aparatur Pemerintah di Inhil masih lemah dalam mengupayakan pengembangan potensi kelapa.
''Untuk itulah kenapa, teman-teman media kita ajak ke mari, harapan kami ini bisa dipublikasikan sehingga Pemerintah Provinsi dan Pusat dapat mengetahuinya, dan dapat memberikan bantuan,'' tukas Darussalam. (ayu)