
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bergerak menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Pemprov Riau mengaku telah menyurati Pertamina dan pemerintah pusat, sekaligus mengajukan penambahan kuota solar untuk mengatasi persoalan pasokan.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan persoalan kelangkaan solar telah dibahas dalam rapat bersama pihak terkait. Pemprov Riau kemudian mengambil langkah dengan melakukan koordinasi dan menyampaikan permintaan penanganan kepada Pertamina serta pemerintah pusat.
"Kemarin kan sudah rapat. Kita sudah mengajukan surat ke Pertamina, ke pusat. Semoga ini cepat teratasi," kata SF Hariyanto, Senin (28/9/2026) usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Riau.
Menurutnya, persoalan pasokan solar bukan hanya terjadi di Riau. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan koordinasi lintas pihak, mulai dari pemerintah daerah, Pertamina hingga pemerintah pusat.
Pemprov Riau, kata dia, juga telah mengusulkan penambahan kuota solar agar ketersediaan BBM di daerah dapat lebih terjaga."Kita sudah minta kuota. Sudah bersurat. Saya lupa jumlahnya, nanti," ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya agar persoalan distribusi dan ketersediaan solar segera mendapat solusi.
Kelangkaan solar menjadi perhatian karena dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan operasional berbagai sektor usaha yang bergantung pada ketersediaan BBM.
Dengan surat yang telah dilayangkan kepada Pertamina dan pemerintah pusat, Pemprov Riau berharap penambahan pasokan maupun kuota solar dapat segera direalisasikan sehingga antrean dan kesulitan masyarakat mendapatkan BBM dapat ditekan. ***