PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru dalam waktu dekat akan mencairkan dana beasiswa senilai Rp10 miliar bagi mahasiswa dan penghafal Alquran. Penyaluran bantuan pendidikan ini diperuntukkan khusus bagi pendaftar yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi akhir tahun 2025 lalu.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menyebut proses administrasi keuangan daerah saat ini sudah memasuki tahap final. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Riau dilaporkan telah menyelesaikan pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemerintah Kota Pekanbaru tahun anggaran 2025 sebagai syarat utama pencairan anggaran.

Sesuai jadwal yang telah disusun, BPK akan menggelar exit meeting atau pemeriksaan akhir pertengahan Mei ini.

"Setelah tahapan formalitas dengan BPK selesai, proses transfer dana bantuan pendidikan kepada para penerima manfaat dapat segera dilaksanakan tanpa kendala berarti," ujar Agung Nugroho.

Seluruh tahapan seleksi yang meliputi verifikasi berkas hingga penetapan nama penerima telah diselesaikan oleh tim teknis. Bantuan bersumber dari APBD Perubahan 2025 ini dipastikan tepat sasaran karena mengacu pada hasil seleksi ketat melalui sistem pendaftaran terpadu.

Program beasiswa ini dirancang menjangkau pendidikan tingkat Diploma Tiga (D3), Strata Satu (S1), Strata Dua (S2), Strata Tiga (S3), hingga kategori khusus para penghafal Alquran.

Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru mencatat tingginya antusiasme masyarakat dengan total pendaftar mencapai 1.709 orang melalui laman beasiswapekanbaru.id.

Rincian pendaftar tersebut didominasi jalur prestasi sebanyak 1.145 orang disusul jalur kurang mampu 361 orang. Pendaftar jalur S2 tercatat berjumlah 95 orang dan S3 sebanyak 59 orang.

Perhatian khusus juga diberikan lewat jalur tahfidz dengan 41 pendaftar yang merupakan penghafal 10 hingga 30 juz. Sisanya terbagi atas pendaftar jalur luar negeri sebanyak 6 orang dan jalur afirmasi sejumlah 2 orang. ***