
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pemindahan tempat pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) disinyalir akan menjadi salah satu penyebab bangkrutnya usaha kecil yang bergerak pada usaha pendukung ISG di Riau. Pasalnya, pengusaha kecil sudah sempat menyiapkan produk dalam jumlah besar untuk mengantisipasi besarnya permintaan saat ISG yang semula direncanakan bulan Juni, lalu molor September dan sekarang justru pindah ke Jakarta.
Diperkirakan, pengusaha kecil yang akan bangkrut adalah yang bergerak pada bidang souvenir kaus atau kostum olahraga, kerajinan rakyat yang membuat produk khas Riau. Selain itu, pihak hotel, travel dan semua kegiatan pendukung juga mengalami kerugian yang juga tak kalah besarnya.
Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Riau H Mansyur HS mengakui bahwa saat ini ada kecemasan di kalangan usaha kecil dan kerajinan dengan dibatalkan Riau sebagai penyelenggara ISG.
''Umumnya pengusaha kecil sudah memesan dan membuat produk awal tahun ini, dengan harapan saat pelaksanaan ISG semua produk tersebut bisa diselesaikan. Pertama mereka sudah rugi karena sebelumnya ada penundaan, dan barang mereka semakin lama tertumpuk. Sekarnag justru dipindahkan, jelas ini semakin merugikan,'' jelasnya.
Menurutnya, pihaknya berharap Pemerintah Provinsi Riau tetap memperjuangkan agar pelaksanaan ISG tetap digelar di Pekanbaru. ''Kalau di Jakarta, kerugian kita sangat besar. Kita sudah membunuh usaha kecil yang sudah mengeluarkan dana begitu besar untuk mendukung ISG,'' ujarnya.
Karena itu, Mansyur yakin dengan pemindahan itu, akan banyak pengusaha kecil gulung tikar karena modal mereka sudah habis untuk pemesanan dan pembuatan barang, sementara barang tidak bisa dijual.
Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Riau Nurzaman mengatakan, alasan pemindahan ISG ke Jakarta merupakan alasan yang mengada-ada. Provinsi Riau, tambahnya, sudah menyiapkan sarana dan prasarana, bahkan sudah menganggarkan biaya pelaksanaan. Bahkan khusus penyelenggaraan, Pemprov sudah menyiapkan dana sebesar Rp40 miliar. (rdi)