KAMPAR – Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Riau, Yusri menyampaikan harapan agar para Ninik Mamak atau Datuk-datuk bisa menjadi panutan bagi anak kemanakan dan masyarakat.

"Tidak semua orang yang bisa menjadi datuk atau ninik mamak. Walaupun pejabat atau pengusaha, apabila tidak sepatutunya tidak bisa. Akan tetapi apabila sudah menjadi alurnya, walaupun masyarakat biasa dan masih berumur muda akan tetap diserahkan jembatan tersebut kepadanya," ujarnya Usai menyaksikan Penobatan Yesli Febrian sebagai Datuok Singo Persukuan Melayu Bawi Kenegerian Kuok di rumah siompu Persukuan Melayu Bawi dan diarak ke Balai Adat Persujuan Melayu Bawi di Desa Empat Balai Kecamatan Kuok, belum lama ini.

Dijelaskannya, sumpah adat sangatlah berat apabila seseorang telah dinobatkan sebagai datuk adat, ka ate ndak bapucuok, kabawah ndak ba urek ditonga digiok dek Kumbang. Maknanya, apa yang dilakukan oleh ninik mamak telah dijalur yang salah, maka resiko yang berat akan menimpa.

Oleh sebab itu, Yusri Dt Bandaro Mudo tersebut selaku Ketua Lembaga Adat Kampar (LAK) menyampaikan harapan dimana bumi dipijak disitu dijunjung.

"Sebagai ninik mamak berarti telah bertanggung jawab menjaga anak kemanakan, begitu juga anak kemanakan wajib pendukung ninik mamak," pinta Yusri.***