PEKANBARU, GORIAU.COM - Meski sudah diwacanakan cabang Dayung dan Aeromodelling hanya tampil eksebisi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Inhu 2014, namun kepastian nasib kedua cabang tersebut akan diputuskan pada Rapat Anggota KONI Riau yang akan berlangsung 7 November 2013 mendatang.

Dimana wacana untuk mempertandingkan dua cabang tersebut secara eksebisi dihasilkan pada Rapat Koordinasi KONI Riau bersama KONI Inhu sebagai tuan rumah Porprov pada 30 September 2013 lalu.

Selain itu, pada Rapat Koordinasi tersebut cabang biliar dari empat cabang yang yang diusulkan tuan rumah untuk ditambah terpaksa dicoret. "Semua akan dibahas pada Rapat Anggota KONI Riau pada 7 November mendatang," terang Kabid Organisasi KONI Riau, Edwar Sanger, Jumat (25/10/2013).

Yang menimbulkan polemik saat ini, dimana dari empat cabang yang diusulkan tuan rumah, yakni Dayung, Aeromodelling, Panjat Tebing dan Biliar, hanya panjat tebing saja yang berhasil masuk Porprov untuk dipertandingkan secara resmi.

Jika alasan yang mewajibkan satu cabang bisa dipertandingkan di Porprov harus melalui eksebisi terlebih dahulu, bagaimana dengan Panjat Tebing yang juga belum pernah tampil pada Porprov (sebelumnya Porda)?. Hal tersebut yang dikecam Pengprov Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Riau beberapa waktu lalu.

"Semua sudah memenuhi syarat untuk dipertandingkan, bahkan lebih dari Panjat Tebing, namun kenapa Dayung ditetapkan hanya akan tampil eksebisi bersama Aeromodelling. Mengenai prestasi, tidak perlu diragukan lagi, kemudian terkait penginapan, bisa dicarikan di rumah-rumah penduduk, jadi seharusnya tidak ada masalah lagi," kata Ketua Harian Pengprov PODSI Riau, Sanusi Anwar.

Untuk itu, Sanusi bersama Pengprov PODSI Riau menolak tegas jika dayung tetap tampil eksebisi pada Porprov. "Kita tolak dan tidak akan berpartisipasi pada iven daerah tersebut," kata Sanusi.(tri)