
PEKANBARU, GORIAU.COM - Gubernur Riau Rusli Zainal mendapat kunjungan Forum Pemred Riau di Rutan Pekanbaru, Jumat (25/10/2013). Kunjungan berjalan haru karena Rusli Zainal merasa kunjungan ini istimewa, apalagi tampak hadir seluruh media di Riau.
Pada kunjungan ini, terlihat raut muka Ketua Forum Pemred Riau (FPR), Yanto Budiman, berubah menjadi haru. Seketika matanya berkaca-kaca menahan air mata agar tak turun ke pipi, menyusul Gubernur Riau HM Rusli Zainal menyebutkan penghargaan yang diberikan kawan-kawan FPR membuat dirinya menjadi kuat menghadapi proses hukum dugaan korupsi yang membelitnya.
Peristiwa haru ini terjadi Jumat (25/10/2013), pukul 10.00 WIB, saat rombongan FPR membesuk RZ di Rumah Tahanan (Rutan) di Kulim, Pekanbaru. ''Salah satu yang membuat saya kuat, tabah, menjalani proses hukum adalah penghargaan yang diberikan kawan-kawan FPB ini,'' kata RZ yang terlihat tampak tegar.
Penghargaan ''Bapak Pembangunan Riau'' yang diberikan FPR kepada RZ, menjadi teman hari-hari orang nomor satu di Riau itu dalam mengisi waktunya di tahan KPK, Jakarta, selama empat bulan.
''Piagam penghargaan itu saya letakkan di dinding penjara tempat saya ditahan. Tujuannya agar setiap saat saya bisa melihatnya. Dan ternyata, dalam kondisi saya seperti ini, masih banyak yang peduli kepada saya, dan ini membuat saya merasa kuat dan tabah,'' ungkap RZ di hadapan rombongan FPR Yanto Budiman, Novrizon Burman, Ahmad Rodhi, dan Anthony Hary.
Tampak hadir saat bersamaan Ketua DPD PDIP Riau Suryadi Khusaini, tokoh pers Riau Rida K. Liamsi dan Raja Isyam Aswar, serta sejumlah pejabat Pemprov Riau antara lain Kadishub Riau Rusli PP dan Karo Humas Setdaprov Riau Fahmizal.
Selain penghargaan itu, RZ juga menyebutkan, kunjungan tokoh masyarakat dan simpatisan yang begitu antusias, baik ketika ditahan di KPK dan pada saat ini di Rutan Pekanbaru, juga menjadi kekuatan bagi dirinya.
Seperti ketahui, penghargaan yang diberikan FPR kepada RZ menimbulkan pro-kontra yang cukup panjang, namun semua itu, kata Yanto Budiman, semuanya punya tujuan yang baik untuk Riau ke depan.
Yanto menyebutkan, mendengar ucapan RZ itu, dia merasa tujuan yang hendak diberikan FPR kepada Bapak Pembangunan Riau ini sudah sampai. ''Salah satu tujuan kita memberi penghargaan itu memberi dukungan moral kepada RZ. Sebab, kita tidak bisa memandang dari sisi saja, dan terlepas dari itu semua, kita patut memberi dukungan moral kepada pemimpin kita,'' ungkap Pimred Mingguan Azam ini.
Yang sedikit berfilosofis. Katanya, FPR sangat paham dan tahu betul banyak penghargaan yang lebih besar bertaraf internasional yang diterima gubernur Riau itu, namun penghargaan itu diterima ketika hati sedang bahagia.
Sedangkan penghargaan yang diberikan FPR, kecilnya tak ubah seperti debu. Namun debu ini sangat berarti karena dia hadir dan ada di tengah kesusahan. ''Jadi, sekecil apapun yang kita buat, jika ikhlas dan sangat berguna bagi orang lain, maka dia akan punya arti yang sangat besar bagi orang lain,'' ucap Yanto. (rls)