PERHENTIANRAJA - Mayat tanpa identitas yang ditemukan di areal perkebunan warga di Desa Kampung Pinang, Kecamatan Perhentian Raja, Kabupaten Kampar, Minggu (30/10/2016) lalu ternyata korban pembunuhan.

Hal itu diketahui setelah dilakukan otopsi oleh dokter forensik di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. Jasad tersebut berjenis kelamin perempuan berusia antara 12 sampai denga 20 tahun, tinggi badan sekitar 147 cm, rambut hitam lurus dengan panjang sekitar 22 cm dan pada rahang kanan atas gigi ke 4 dan rahang kiri atas gigi ke 3 dan 4 terdapat bracket gigi.

Selain ciri-ciri fisik juga ditemukan bra (BH) warna merah hati tidak ada ukuran, celana dalam warna pink, baju blus lengan pendek dengan aksesoris hijau toska di bagian leher dan warna baju tidak diketahui.

Juga ditemukan patah tulang dahi dan tulang belakang kepala yang diduga akibat benda tumpul, korban diperkirakan meninggal dunia kurang dari 7 hari sejak saat ditemukan.

Dari hasil penelitian tim dokter forensik, penyebab kematian korban karena kekerasan benda tumpul pada daerah kepala, apabila tidak ditemukan kelainan pada organ dalam tubuhnya.

Kapolsek Perhentian Raja Iptu Daren Maysar kepada wartawan, Selasa (1/11/2016) yang menangani perkara ini menghimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya seperti ciri-ciri dimaksud dapat menghubungi Polsek Perhentian Raja, Kabupaten Kampar.

"Semoga identitas korban ini cepat diketahui dengan cepat untuk mengungkap penyebab kematian korban," jelas Kapolsek.

Seperti diberitkan, mayat perempuan ini ditemukan pada Minggu (30/10/2016) sekira pukul 11.00 WIB. Mayat ditemukan pertama kali oleh saksi Risdi Janto Sinaga ketika menjerat babi di areal kebun milik Niar yang berlokasi di Dusun 3 Perupuk Desa Kampung Pinang, Kecamatan Perhentian Raja.

Tiba-tiba Risdi menemukan mayat yang tertutup kayu dan daun-daun yang sudah kering serta mengeluarkan aroma bau sangat menyengat.

Baca Juga: Kondisinya Tragis, Pemburu Babi di Kampar Temukan Tengkorak Manusia Ditutupi Kayu dan Daun Kering, Behel Masih Menempel di Gigi

Saksi kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada warga dan kemudian oleh warga dilaporkan ke Polsek Perhentian Raja.

Anggota Polsek Perhentian Raja yang mendatangi lokasi kejadian kemudian melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti dan membawa jasad kerangka tersebut ke RS Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru untuk diketahui secara medis penyebab kematiannya. ***